IHSG Ditutup Anjlok 49 Poin, Sedangkan 6 Saham ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (5/2/2025), ditutup anjlok sebanyak 49,23 poin (0,70%) menjadi 7.024,23. Pelemahan dipicu kejatuhan saham sektor keuangan dan penurunan sebagai besar indeks saham regional.
Koreksi indeks dipengaruhi atas kejatuhan sektor saham keuangan 1,40%, sektor kesehatan 1,13%, sektor consumer primer 0,79%, sektor infrastruktur 0,90%, sektor consumer non primer 0,66%, dan sektor transportasi 0,94%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor property 0,34%, sektor property 0,42%, dan sektor material dasar 0,64%.
Meski IHSG ditutup melemah, sejumlah saham ini torehkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) naik 24,93% menjadi Rp 4.710, PT Steady Safe Tbk (SAFE) melesat 24,79% menjadi Rp 302, PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) naik 24,59% menjadi Rp 1.140, dan PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) naik 24,67% menjadi Rp 374
Baca Juga
IHSG Bergerak bak Roller Coaster, ke Mana Investor Harus Melangkah?
Penguatan hingga ARA juga melanda saham PT Brigit Biofarmaka TeknologiT bk (OBAT) naik 24,21% menjadi Rp 474 dan PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) sebanyak 19,98% menjadi Rp 31.375. Sedangkan saham dari rumpun top 10 market cap yang naik paling pesat dipimpin PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan kenaikan 4,35% menjadi Rp 7.200. Sebaliknya pelemahan melanda saham PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), PT Lion Metal Works Tbk (LION), PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR), PT Golden Flower Tbk (POLU), PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) dan PT Tira Austenite Tbk (TIRA).
Kemarin, IHSG ditutup rebound sebanyak 43,4 poin (0,62%) menjadi 7.073 dengan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 189,05 miliar. Net sell terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 349,60 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 197,40 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 32,86 miliar.
Penguatan indeks kemarin ditopang lonjakan saham PT Chandra Asri Paicific Tbk (TPIA) sebanyak 14% menjadi Rp 8.550 dan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melesat 5,65% menjadi Rp 8.8875. Kenaikan juga terdorong penguatan saham emiten Agung Sedayu, yaitu PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) naik 9,73% menjadi Rp 11.00 dan saham anak usahanya PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) naik 5,37% menjadi Rp 7.850.
Baca Juga
Sahamnya Melesat Dua Hari Terakhir, Simak Fakta Chandra Asri (TPIA) Berikut
Rebound juga ditopang kenaikan saham sektor material dasar 2,10%, sektor teknologi 1,26%, sektor transportasi 1,58%, sektor property 0,65%, sektor infrastruktur 0,52%, dan sektor industry 0,57%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor keuangan 0,44%.
Di tengah rebound tersebut, sejumlah saham ini catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA) PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) naik 34,84% menjadi Rp 89, PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) menguat 34,62% menjadi Rp 140, PT Golden Flower Tbk (POLU) naik 25% menjadi Rp 2.350, dan PT Tira Austenite Tbk (TIRA) naik 24,79% menjadi Rp 755.
Kenaikan hingga ARA juga melanda saham PT J Resources Asia Pasifik TBk (PSAB) naik 24,56% menjadi Rp 284, PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) melesat 24,65% menjadi Rp 1.340, PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) naik 24,49% menjadi Rp 915, dan PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) naik 19,95% menjadi Rp 26.150.
