IHSG Sesi I Melesat 0,44%, Sedangkan Saham RATU dan CBDK Berlomba-loma Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (17/1/2025), ditutup menguat 31,58 poin (0,44%) menjadi 7.139, dibandingkan dengan pembukaan sempat melemah.
Penguatan terdorong kenaikan saham emiten Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) naik 4% menjadi Rp 10.000. Sedangkan secara sektor, saham sektor property melesat 1,72%, sektor energi naik 0,60%, sektor consumer primer 0,52%, consumer non primer 0,39%m dan teknologi 0,18%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor kesehatan, transportasi, dan keuangan.
Baca Juga
Di tengah penguatan tersebut, ketiga saham berikut torehkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) sebanyak 24,71% menjadi Rp 5.400. Padahal, transaksi saham ini semapt dihetnikan sementara kemarin akinbat lompatan harga pesat.
Kenaikan ARA juga melanda saham PT Super Energy Tbk (SURE) sebanyak 24,76% menjadi Rp 3.830 dan
PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) menguat 24,27% menjadi Rp 256, dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) naik 19,77% menjadi Rp 10.450. Penguatan juga melanda saham PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) sebanyak 23,81% menjadi Rp 260.
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda saham PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC), PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL), PT Aman Agrindo Tbk (GULA), PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU), dan PT Utama Radar Cahay Tbk (RCCC).
Baca Juga
BTN (BBTN) Paling Diuntungkan Pemangkasan BI Rate, Begini Perhitungannya
IHSG kemarin ditutup naik sebanyak 27,96 poin (0,39%) menjadi 7.107. Pemodal asing membukukan net buy saham senilai Rp 430,32 miliar didominasi saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 372,71 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 163,55 miliar, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 45,02 miliar.
Kenaikan tersebut ditopang penguatan saham sektor keuangan 0,64%, sektor property 0,95%, sektor energi 0,71%, sektor transportasi 0,13%, dan sektor infrastruktur 0,37%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor consumer primer, teknologi, kesehatan, dan material dasar.
Grafik IHSG

