Saat IHSG Ditutup Merosot 1,11%, Empat Saham Ini justru Perkasa hingga ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/2/2025), ditutup terjerembab sebanyak 79,14 poin (1,11%) menjadi 7.030. Penurunan saat penutupan terpantau melambat, dibandingkan penutupan sesi I dengan koreksi sebanyak 161,43 poin (2,27%) menjadi 6.947,77.
Koreksi IHSG awal pekan ini dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, terparah saham sektor material dasar anjlok 1,76%, sektor property 1,75%, sektor consumer primer 1,57%, sektor consumer non primer 1,13%, sektor infrastruktur 1,52%, dan sektor industru 0,76%. Sebaliknya satu-satunya yang menguat sektor teknologi 1,90%. Faktor utama penekan indeks datang dari keputusan pemerintah AS menaikkan tarif impor dari Kanada, Mexico, dan China dan dibalas tiga negara tersebut.
Baca Juga
Mitra Keluarga (MIKA) Diprediksi Tumbuh Dua Digit, Bagaimana dengan Prospek Sahamnya?
Meski IHSG anjlok, empat saham ini justru torehkan kenaikan mengesankan hingga auto reject atas (ARA) sepanjang hari ini, seperti saham PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) melesat 34,15% menjadi Rp 110, PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) naik 25% menjadi Rp 1.075, PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) naik 24,58% menjadi Rp 735, dan PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) melesat 19,94% menjadi Rp 21.80.0
Penguatan pesat juga melanda saham PT Puri Global Sukses Tbk (PURI) sebanyka 23,38% menjadi Rp 380, PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk (BESS) naik 22,06% menjadi Rp 498, dan PT Tira Austenite Tbk (TIRA) naik 18,63% menjadi Rp 605.
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda saham PT Brigit Biofarma TeknologiT bk (OBAT), PT Damai Sejahtera Abadi Tbk (UFOE), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF), dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK).
Baca Juga
Saham Link Net (LINK) Melesat hingga Disuspensi, Begini Komentar Manajemen
Sepanjang Januari 2025, IHSG ditutup cetak penguatan sebanyak 0,41% dari level 7.079,90 menjadi 7.109,20. Sebalaiknya pemodal asing masih mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham bernilai Rp 3,70 triliun.
Terkait transaksi pemodal asing sepanjang Januari 2025 melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham bernilai Rp 3,70 triliun. Net sell terbesar dicatatkan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 2,86 triliun, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sebanyak Rp 765,71 miliar, dan PT Petrosea Tbk (PTRO) mencapai Rp 566,18 miliar.
Sebaliknya tiga saham dengan pembelian bersih (net buy) terbanyak bulan Januari adalah saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 430,92 miliar, PT Hero Global Investment Tbk (HGII) Rp 325,53 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 287,04 miliar.

