Saat IHSG kembali Ditutup Naik 47 Poin, Empat Saham Ini Perkasa
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (17/1/2025), ditutup menguat 47,14 poin (0,66%) menjadi 7.154. Catatan ini ini menjadi penguatan IHSG secara beruntun dalam tiga hari.
Penguatan indeks didukung kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor consumer primer 2,17%, sektor property 1,75%, sektor teknologi 1,25%, sektor energi 0,79%, sektor industry 0,18%, dan sektor keuangan naik tipis 0,01%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor kesehatan, material dasar, transprotasi, dan infrastruktur.
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham berikut torehkan lompatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) sebanyak 24,71% menjadi Rp 5.400. Padahal, transaksi saham ini sempat dihentikan sementara kemarin akibat lompatan harga.
Baca Juga
Menperin Agus Minta Program Gas Murah segera Dilanjutkan, Sejumlah Industri Menjerit
Kenaikan ARA juga melanda PT Indo Straits Tbk (PTIS) naik 24,35% menjadi Rp 286, PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) menguat 24,27% menjadi Rp 256, dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) naik 19,77% menjadi Rp 10.450.
Penguatan juga melanda saham PT Super Energy Tbk (SURE) sebanyak 17,92% menjadi Rp 3.620 dan PT Brigit Biofarma Teknologi Tbk (OBAT) naik 17,82% menjadi Rp 595.
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda saham PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC), PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO), PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL), PT Aman Agrindo Tbk (GULA), PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU), dan PT Utama Radar Cahay Tbk (RCCC).
Baca Juga
Saham Super Energy (SURE) Melesat Dua Hari, Ternyata Ada Berita Ini
Kemarin, IHSG ditutup naik sebanyak 27,96 poin (0,39%) menjadi 7.107. Pemodal asing membukukan net buy saham senilai Rp 430,32 miliar didominasi saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 372,71 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 163,55 miliar, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 45,02 miliar.
Kenaikan tersebut ditopang penguatan saham sektor keuangan 0,64%, sektor property 0,95%, sektor energi 0,71%, sektor transportasi 0,13%, dan sektor infrastruktur 0,37%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor consumer primer, teknologi, kesehatan, dan material dasar.
Grafik IHSG

