IHSG Ditutup Ambrol, Empat Saham Ini Justru ARA
JAKARTA, Investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (12/9/2023), akhirnya ditutup terkoreksi 29,42 poin (0,42%) menjadi 6.933,97. IHSG bergerak dalam rentang 6.928,96-6.976,49 dengan nilai transaksi Rp 9,08 triliun.
Penurunan indeks dipengaruhi pelemahan sebagian besar sektor saham, seperti saham sektor kesehatan 0,79%, sektor konsumer primer 0,44%, sektor keuangan 0,66%, dan sektor energi 0,43%.
Baca Juga
Sah, RUU Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN 2022 Jadi Undang-undang
Sebaliknya penguatan hanya melanda kedua sektor saham ini, yaitu saham sektor material dasar 0,74% dan sektor industri 0,01%.
Meski IHSG ditutup terkoreksi, keempat saham berikut justru sukses mencatatkan lonjakan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) kembali melesat hingga auto reject atas (ARA) dengan kenaikan Rp 500 (25%) menjadi Rp 2.500, PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk (BMSR) naik Rp 94 (24,87%) menjadi Rp 472, PT Golden Flower Tbk (POLU) melesat Rp 54 (24,55%) menjadi Rp 274, dan PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) naik Rp 365 (24,09%) menjadi Rp 1.880.
Baca Juga
Periode Agustus, DJP Himpun PPN Rp 14,57 Triliun lewat Sistem Elektronik
Kenaikan juga melanda melanda saham PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) dengan penguatan Rp 85 (11,97%) menjadi Rp 795. Saham produsen batubara ini kembali melesat, padahal saham ini sempat mengalami suspend kemarin akibat lompatan harga berturut-turut.
Sebaliknya pelemahan melanda sejumlah saham ini, yaitu saham PT Indospring Tbk (INDS), PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Widiant Jaya Krenindo Tbk (WIDI), dan PT Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk (AEGS).

