IHSG Akhir Januari Ditutup Naik 35,72 Poin, Saham ARA Bertaburan
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (31/1/2025), akhirnya ditutup naik sebanyak 35,72 poin (0,50%) menjadi 7.109. Meski demikian penguatan mengecil dibandingkan penutupan sesi I sebanyak 84,64 poin (1,20%) menjadi 7.158.
Penguatan tersebut didukung rebound saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebanyak 3,28% menjadi Rp 9.450. Secara sectoral, penguatan kali ini didukung kenaikan saham sektor consumer non primer 1,02%, sektor keuangan 0,90%, sektor energi 0,72%, sektor industry 0,31%, dan sektor transportasi 0,30%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor consumer primer, kesehatan, infrastruktur, property, dan material dasar.
Baca Juga
Nasib FREN-W2 di Tengah Merger XL (EXCL) dengan Smarfren (FREN), Rugikan Investor?
Di tengah penguatan IHSG akhir Januari ini, sejumlah saham berikut torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII) sebanyak 34,01% menjadi Rp 264, PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) naik 24,64% menjadi Rp 860, PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) naik 24,57% menjadi Rp 436, dan PT Rig Tenders Indonesia Tbk (RIGS) naik 24,63% menjadi Rp 835. ARA juga melanda saham PT Damai Sejahtera Abadi Tbk (UFOE) sebanyak 24,27% menjadi Rp 256, PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) naik 24,45% menjadi Rp 570.
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda saham PT Brigit Biofarma TeknologiT bk (OBAT), PT Bank Nationalbonu Tbk (NOBU), PT Ramala Abadi Tbk (DATA), PT Singaraja Putra Tbk (SINI), dan PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII).
Baca Juga
Rig Tenders (RIGS) Bukukan Lompatan Laba 19,5% di 2024, Berikut Penopangnya
Kemarin, IHSG anjlok sebanyak 92,58 poin (1,29%) menjadi 7.073,48 dan pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 397,69 miliar. Net sell terbesar disumbangkan saham saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 386,93 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 114,39 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 49,01 miliar.
Kejatuhan indeks kemarin terseret koreksi saham-saham emiten top 10 market cap. Seca sektor, penurunan dipicu koreksi sektor saham material dasar dengan penurunan 2,55%, sektor property 1,61%, sektor infrastruktur 1,32%, sektor industry 1,23%, sektor keuangan 0,46%, dan energi 0,31%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor consumer non primer 012% dan teknologi 1,06%.

