Net Sell Rp 397,69 Miliar, Saham Bank Besar Ini Dilego Asing
JAKARTA, investortrust.id – Pemodala sing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 397,69 miliar, seiring dengan kejatuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (30/1/2025), sebanyak 92,58 poin (1,29%) menjadi 7.073,48.
Net sell terbanyak kembali melanda saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 386,93 miliar. Disusul PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 114,39 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 49,01 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 45,46 miliar, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 44,55 miliar.
Baca Juga
Begini Strategi PertaLife untuk Capai Modal Minimum Rp 1 Triliun di 2028
Sebaliknya lima saham dengan pembelian bersih (net buy) terbanyak melanda saham PT Champ Resto Indonesia Tbk (ENAK) Rp 169,65miliar, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 100,85 miliar, PT Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) Rp 78,98 miliar, PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) Rp 78,71 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 60,52 miliar.
Terkait kejatuhan indeks hari ini terseret pelemahan saham-saham emiten top 10 market cap. Sedangkan penekan utama adalah sektor berasal dari saham material dasar dengan penurunan 2,55%, sektor property 1,61%, sektor infrastruktur 1,32%, sektor industry 1,23%, sektor keuangan 0,46%, dan energi 0,31%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor consumer non primer 012% dan teknologi 1,06%.
Meski IHSG anjlok dalam, lima saham ini justru torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) naik 35% menjadi Rp 108, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) naik 25% menjadi Rp 1.225, PT Lion Metal Works Tbk (LION) naik 25% menjadi Rp 825, PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) naik 34,26% menjadi Rp 145, dan PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) menguat 24,79% menjadi Rp 730.
Baca Juga
Ancaman Trump Tarif 100% ke BRICS, Bagaimana Dampak ke Indonesia?
Sebaliknya pelemahan melanda saham PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML), PT Remala Abadi Tbk (DATA), PT Golden Flower Tbk (POLU), PT Singaraja Putra Tbk (SINI), PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK).
IHSG akhir pekan lalu ditutup anjlok sebanyak 66,58 poin (0,92%) menjadi 7.166. Pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 568,04 miliar didominasi saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 743,67. Koreksi tersebut dipicu atas kejatuhan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor infrastruktur 1,43%, teknologi 2,07%, keuangan 0,90%, material dasar 0,77%, sektor energi 0,52%, dan industry 0,56%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor property mencapai 2,24% dan consumer non primer 049%.

