ARA Berhari-Hari, Raharja Energi (RATU) Salip Market Cap Emiten Besar Berikut Ini
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), yang listing perdana di Bursa Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 8 Januari, telah melambung 521,79%. Hal ini menjadikan RATU sebagai saham pendatang baru tercuang tahun ini, bahkan kapitalisasi pasar (market cap) emiten ini sudah menyalip sejumlah emiten besar lama tercatat di bursa.
Berdasarkan data perdagangan saham BEI, saham emiten yang dikendalikan Happy Hapsoro (RATU) ini sudah melesat dari level Rp 1.150 menjadi Rp 7.150 selama dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 8 Januari atau telah melesat mencapai 521,79% selama 9 hari ditransaksikan di BEI. RATU tercatat sebagai emiten pendatang baru dengan tingkat penguatan harga paling pesat dari 8 emiten yang listing.
Baca Juga
‘Panic Selling’ Landa Saham AI di Wall Street, Indeks S&P 500 dan Nasdaq Anjlok
Penguatan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) RATU melesat menjadi Rp 19,41 triliun. Nilainya kian jauh meninggalkan market cap induknya, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), bernilai Rp 16,48 triliun. Bahkan, RATU telah menyalip market cap emiten besar yang suah lama listing di BEI, seperti PT Pakuwon Tbk (PWON) Rp 19,16 triliun , PT Indosat Tbk (ISAT) Rp 18,78 triliun, dan PT Ultrajaya Milik Industry Tbk (ULTJ) Rp 18,77 triliun.
Happy Hapsoro
RATU juga telah menyalip market cap PT Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) Rp 18,67 triliu, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) Rp 18,62 triliun, PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL) Rp 18,21 triliu, hingga PT Sido Muncul Tbk (SIDO) Rp 17,10 triliun.
RATU merupakan perusahaan yang secara tidak langsung dikendalikan Happy Hapsoro, suami ketua DPR Puan Maharani. Berdasarkan data registrasi pemegang saham, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) bertindak sebagai pengendali 79,996% saham RATU dan sisanya dikuasai public. Adapun Happy Hapsoro adalah pengendali RAJA dengan kepemilikan 28,51%.
Baca Juga
2025, Emiten Happy Hapsoro (RATU) Bidik Pertumbuhan Kinerja Double Digit
Didukung lompatan harga tersebut, saham RATU sudah melewati suspend perdagangan sebanyak dua kali. Bahkan, saat ini saham minyak dan gas (migas) ini masih ditransaksikan di papan pemantauan khusus (PPK) dengan mekanisme full call auction (FCA).
RATU merupakan perusahaan holding minyak dan gas (migas) yang dimiliki oleh Happy Hapsoro. Perseroan memiliki hak partisipasi sebesar 2,2423% di Blok Cepu melalui entitas asosiasi dengan kepemilikan 49%, yaitu PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC). RATU juga memiliki hak partisipasi sebesar 8% di Blok Jabung melalui anak usaha dengan kepemilikan 99%, yaitu PT Raharja Energi Tanjung Jabung (RETJ).
Baca Juga
Hingga Semester I-2024, RATU membukukan lompatan pendapatan dari US$ 11,51 juta menjadi US$ 27,95 juta. Kenaikan tersebut berimbas terhadap peningkatan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dari US$ 6,14 juta menjadi US$ 7,39 juta. Penyumbang pendapatan berasal dari Blok Cepu (PJUC) sebanyak 42% dan Blok Jabung (RETJ) mencapai 58%.
RATU disebut tengah menjajaki akuisisi blok migas. Direktur Utama RAJA Djauhar Maulidi pada 16 Oktober 2024 mengumumkan bahwa perseroan telah memasuki tahap akhir pembicaraan untuk mengakuisisi sebagian hak partisipasi di blok migas baru.
Grafik Saham RATU

