Meski Biaya Dana Naik, Prospek Saham Bank Tetap Kuat dengan Top Picks BBRI, BBCA, dan BBNI
JAKARTA, investortrust.id – Saham emiten perbankan diprediksi tetap mampu untuk mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan yang mengesankan pada kuarta terakhir tahun ini, meskipun menghadapi tantangan peningkatan biaya dana (cost of fund) dan kenaikan berlanja operasional (opex).
Analis Trimegah Sekuritas Jonathan Gunawan dan Adi Prabowo mengatkan, permintaan kredit diprediksi tetap bertumbuh, meskipun likuiditas cenderung mengetat. Hal ini memang berimbas terhada peningkatan biaya dana yang terlihat dari tren penurunan CASA beberapa bank untuk bulan-bulan terakhir.
Baca Juga
Kinerja Tumbuh Optimal, Manajemen Yakin Saham BBNI Terus Diapresiasi Pasar
“Kami memperkirakan pengetatan likuiditas akan terus berlanjut sampai akhir tahun, meskipun Bank Indonesia menaikkan tingkat suku bunga. Akibatnya bank akan tergantung terhadap deposito berjangka untuk mengerek likuiditas,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.
Meski demikian, Trimegah Sekuritas menyebutkan, peningkatan biaya dana tentu akan diimbangi dengan kenaikan suku bunga pinjaman lebih tinggi. Hal ini bisa dilakukan seiring dengan tingginya permintaan kredit dari pasar, sehingga penurunan margin bunga bersih (NIM) bisa direm.
Baca Juga
Melesat 5,5% Selama Dua Hari, Saham BRI (BBRI) Kembali Diburu Investor Asing
Sedangkan pertumbuhan kredit didukung atas periode pemilu dan akhir tahun yang berimbas terhadap kenaikan permintaan kredit. Begitu juga dengan biaya kredit (cost of credit) diperkirakan cenderung turun didukung cov rasio yang baik.
“Meski sektor perbankan menghadapi sejumlah tantangan, kami meyakini bahwa pertumbuhan EPS sektor ini tetap solid sampai akhir tahun,” terangnya.
Dengan kondisi demikian, Trimegah Sekuritas menetapkan pilihan teratas saham BBRI, BBCA, dan BBNI. Ketiga bank tersebut diperkirakan menghasilan pertumbuhan EPS paling kuat pada paruh kedua tahun ini.
Baca Juga
Ruang Pertumbuhan Laba Besar, Saham BCA (BBCA) Ditargetkan Menuju Level Ini
Di antaranya, BBRI memperkuat penyaluran kredit mikro yang menghasilkan yield yang lebih tinggi, sehingga bisa menghalau penurunan NIM akibat kenaikan beban dana. BBRI direkomendasikan beli dengan target harga Rp 6.500.
Sedangkan BBCA didukung kekuatan CoF rendah 1,1%, LDR mencapai 70,3%, dan CASA 79,9%. Dengan demikian perseroan masih memiliki daya tahan yang bagus untuk menjangkau pasar. Saham BBCA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 10.500.
Begitu juga dengan BBNI tercatat sebagai bank dengan tingkat pertumbuhan paling solid. Pertumbuhan kredit perseroan diprediksi akan lebih tinggi tahun ini. Saham ini direkomendasikan beli dengan target harga Rp 5.900.
Prospek Saham Bank:
Sumber: Trimegah Sekuritas

