IHSG Awal Pekan Ditutup Naik 16 Poin, Dua Saham Catat ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (20/1/2025), ditutup menguat sebanyak 16,08 poin (0,22%) menjadi 7.170,74. IHSG bergerak dalam rentang 7.154-7.201 dengan nilai transaksi Rp 9,69 triliun.
Penguatan tersebut terdorong kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar 1,18%, sektor teknologi 1,20%, sektor energi 0,91%, sektor keuangan 0,69%, sektor consumer primer 0,67%, dan sektor transportasi 0,65%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor industry 0,74%, sektor consumer non primer 0,88%, dan sektor kesehatan 0,43%.
Baca Juga
Analis: Pemerintah Donald Trump bisa Bawa Konsekuensi Ini terhadap Bursa Saham Domestik
Sejalan dengan penguatan IHSG hari ini, beberapa saham catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO) naik 34,21% menjadi Rp 153, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) naik 34,48% menjadi Rp 234, dan PT Remala Abadi Tbk (DATA) naik 25% menjadi Rp 1.225.
Penguatan juga melanda saham PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) sebanyak 28,67% menjadi Rp 193, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) naik 22,22% menjadi Rp 3.630, dan PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) menguat 19,35% menjadi Rp 111.
Sebaliknya pelemahan paling dalam melanda saham PT Geproma Solusi Tbk (GPSO), PT Indo Straits Tbk (PTIS), PT Aman Agrindo Tbk (GULA), PT CP Prima Tbk (CPRO), dan PT DF Retail Nusantara Tbk (HERO).
Pekan lalu, IHSG berhasil torehkan penguatan sebanyak 65,79 poin (0,93%) dari 7.088,86 menjadi 7.154,65. Penguatan tersebut berbanding terbalik dengan pekan sebelumnya dengan penurunan sebanyak 1,05%.
Baca Juga
Trump Segera Dilantik, Harga Bitcoin Pecahkan Rekor Tertinggi Baru Usai Anjlok Pagi Ini
Lebih mengesankan lagi, pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 247,45 miliar, dibandingkan pekan lalu dengan penjualan bersih (net sell) Rp 2,11 triliun. Pekan ini tercatat sebagai pekan net buy pertama untuk tahun 2025.
Meski demikian, pemodal asing masih mencatatkan penjualan bersih saham year to date (ytd) senilai Rp 2,68 triliun. Net sell terbanyak disumbangkan BBRI Rp 641,27 miliar, BRMS Rp 477,10 miliar, dan BBCA senilai Rp 371,40 miliar.
Kenaikan tersebut berimbas terhadap peningaktan nilai kapitalisasi pasar (market cap) BEI dari Rp 12.403 triliun menjadi Rp 12.472 triliun. Sedangkan penopang utama kenaikan indeks pekan ini datang dari pemangkasan suku bunga Bank Indonesia atau BI Rate sebanyak 25 bps menjadi 5,75 pada Rabu.
Grafik IHSG

