IHSG Sesi I Berbalik Melemah, Sebaliknya 4 Saham Ini Ditutup ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (8/1/2025), ditutup turun tipis 3,13 poin (0,04%) menjadi 7.080. Pergerakannya dalam rentang 7.074-7.129 dengan nilai transaksi Rp 4,53 triliun.
Pelemahan indeks dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar turun 1,92%, saham teknologi 1,06%, consumer primer 0,61%, sektor infrastruktur 0,35%, sektor transportasi 0,29%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor energi, consumer non primer, kesehatan, dan keuangan.
Baca Juga
Harga Saham Perdana Melesat, Asuransi Digital (YOII) Optimistis Prospek Layanan Online
Meski IHSG turun, sejumlah saham ini justru torehkan penguatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu dua saham listing perdana PT Kentanix Supra International Tbk (KSIX) naik 25% menjadi Rp 565 dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) naik 24,78% menjadi Rp 1.435.
ARA juga melanda saham PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) naik 24,32% menjadi Rp 690, PT Steady Safe TBk (SAFE) sebanyak 24,75% menjadi Rp 252, dan PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) naik 30% menjadi Rp 130.
Sebaliknya penurunan melanda saham PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY), PT Era Digital Media Tbk (AWAN), PT Sunter Lakeside Hotel Tbk (SNLK), PT Fortune Indonesia Tbk (FORU), PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), dan PT Manggung Polahraya Tbk (MANG).
Baca Juga
Resmi Listing di BEI, Saham Raharja Energi (RATU) Langsung ARA ke Rp 1.435
Kemarin, IHSG ditutup naik tipis 2,81 poin (0,04%) menjadi 7.083,28. Pemodala sing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 678,56 miliar didominasi saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 250 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 249,12 miliar, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 63,24 miliar.
Penguatan indeks didukung kenaikan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor industry 0,33%, sektor kesehatan 0,86%, sektor property 0,14%, sektor industry 0,33%, dan sektor material dasar. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor energi, sektor consumer primer, keuangan, transportasi, dan infrastruktur.
Grafik IHSG
