Restrukturisasi Berlanjut, Bakrie & Brothers (BNBR) Mulai Menuai Hasil
JAKARTA, investortrust.id – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) optimistis dapat menyelesaikan restrukturisasi utang serta menjalankan program efisiensi operasional anak usaha. Aksi ini akan direalisasikan melalui sejumlah terobosan, sehingga posisi keuangan perseroan menjadi lebih baik.
“Upaya restrukturisasi utang yang sudah dijalankan sejak beberapa tahun belakangan telah membuahkan hasil yang baik,” ujar Direktur Keuangan Roy Hendrajanto M Sakti saat Paparan Publik Tahunan BNBR secara virtual di Jakarta, Selasa (5/12/2023).
Baca Juga
Pacu Elektrifikasi Transportasi dan Energi Hijau, Pendapatan BNBR Melonjak 32%
Pada awal Desember 2023, perseroan telah berhasil merestrukturisasi utang sebesar Rp 13,23 triliun. Hal ini menunjukkan perbaikan drastis dalam neraca keuangan menjadi jauh lebih sehat.
Perseroan kemudian telah melaksanakan konversi Obligasi Wajib Konversi (OWK) dengan sebanyak 99.527.840.300 saham biasa seri E senilai Rp 64 per saham.
Dengan adanya penambahan saham baru tersebut, jumlah modal ditempatkan dan disetor perseroan menjadi 121.612.324.509 saham setelah PMTHMETD, dari sebelumnya 22.084.484.209 saham.
Hingga September 2023, transisi perusahaan menuju bisnis berkelanjutan semakin terpacu oleh kinerja positif keuangan. BNBR mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 32% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 3,07 triliun dan EBITDA juga tercatat naik sebesar 81% (yoy) menjadi Rp 274 miliar.
Baca Juga
“Capaian kenaikan pendapatan bersih ini ditopang oleh catatan positif pendapatan sejumlah unit usaha perseroan,” imbuh Roy.
Di sisi lain, aset perseroan naik signifikan dari Rp 17,46 triliun per 31 Desember 2022 menjadi Rp 20,1 triliun pada 30 September 2023. Ekuitas meningkat jadi Rp 2,36 triliun pada kuartal III-2023 dari Rp 1,53 triliun, karena laba bersih perseroan serta agio saham VKTR saat IPO dan laba tahun berjalan.
Transisi Bisnis
Sementara itu, Direktur Utama dan CEO Bakrie & Brothers Anindya Novyan Bakrie menambahkan, perseroan akan terus menggenjot upaya transisi ke arah bisnis berkelanjutan. Terutama di sektor industri elektrifikasi transportasi, industri energi baru dan terbarukan (EBT), serta industri konstruksi bangunan ramah lingkungan.
Usaha-usaha tersebut semakin mempertebal komitmen perusahaan dalam mendukung target net zero emission (NZE) Indonesia 2060. “Sembari terus mengelola sejumlah unit usaha yang selama ini telah berjalan dengan baik, kami konsisten melanjutkan upaya transisi energi yang berorientasi pada konsep sustainable business sesuai prinsip-prinsip ESG (environment, social, governance),” ujar Anindya.
Baca Juga
Anindya Bakrie Beberkan Potensi Ekonomi Indonesia dan Asean di Hong Kong–Asean Summit 2023
Saat ini, terang dia, perseroan melihat banyak kemungkinan untuk melakukan percepatan laju transisi menuju bisnis berkelanjutan tersebut. Di BNBR, upaya ini antara lain terlihat dari terus berkembangnya PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) unit usaha di bidang elektrifikasi transportasi.
Ada pula PT Helio Synar Energi (Helio) unit usaha di bidang energi baru terbarukan, dan PT Modula Sustainability Indonesia (Modula) yang berinvestasi dalam teknologi 3-D printing terbaru dan ramah lingkungan, di bidang konstruksi bangunan. (CR-10)
