Bank BJB (BJBR) Raup Laba Rp 1,78 Triliun Sepanjang Tahun 2023
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau bank bjb (BJBR) mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,78 triliun di tahun buku 2023.
Capaian laba tersebut mencerminkan penurunan sebesar 22,82% secara year on year dibanding periode yang sama tahun 2022, yang tercatat sebesar Rp 2,30 triliun.
Seiring penurunan tersebut laba per saham dasar Perseroan tercatat menjadi Rp 169,03 per 31 Desember 2023, turun disbanding Rp 219,02 pada periode 31 Desember 2022.
Penurunan laba BJBR sejalan dengan perolehan pendapatan bunga dan syariah bersih menjadi sebesar Rp 7,06 triliun per Desember 2023, turun 15,98% secara year on year dibanding Rp 8,40 triliun per Desember 2022.
Baca Juga
Pada sisi lain Perseroan berhasil memacu pendapatan operasional lainnya, termasuk fee based income menjadi sebesar Rp 1,92 triliun per Desember 2023, disbanding posisi tahun 2022 sebesar Rp 1,63 triliun.
Dari sisi neraca total aset BJBR selama periode 2023 tercatat sebesar Rp 188,2 triliun juga meningkat dari sebelumnya sebesar Rp181,2 triliun.
Total aset bank bjb tumbuh positif menjadi yang terbesar di antara Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia.
Baca Juga
Direktur Utama bank bjb, Yuddy Renaldi, mengatakan, capaian tersebut diraih bank bjb didorong melalui penguasaan pasar yang kuat sejalan dengan berbagai inovasi produk perbankan dan sinergi yang terus dihadirkan bank bjb.
“Dukungan seluruh pemegang saham, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai pemegang saham terbesar, mendukung catatan kinerja bank bjb sepanjang 2023,” kaya Yuddy dikutip dari keterangan resmi, Selasa (5/3/2024).
Yuddy optimistis kinerja bank bjb akan semakin positif karena manajemen telah menyiapkan berbagai strategi bisnis yang sesuai dengan kondisi pasar dan kebutuhan masyarakat.
“Adapun mengenai sinergi bank bjb dengan Bank Bengkulu secara anorganik, bank bjb telah melakukan pengefektifan penyertaan modal tahap ke-2 kepada Bank Bengkulu pada tanggal 1 Maret 2024,” pungkasnya.

