Laba Bank BJB (BJBR) Tergerus Gara-Gara Cost of Fund Membengkak
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) atau Bank BJB membukukan laba bersih Rp 1,43 triliun hingga September 2023, anjlok 21,85% dibanding periode sama tahun lalu (year on year/yoy) yang mencapai Rp 1,83 triliun. Laba BJB tergerus akibat pembengkakan biaya dana (cost of fund/CoF).
"Secara umum, kinerja Bank BJB tumbuh positif. Penyaluran kredit maupun dana pihak ketiga (DPK) masih bertumbuh. Laba turun karena peningkatan CoF saja," kata Direktur Utama Bank BJB, Yuddy Renaldi dalam public expose Bank BJB di Jakarta, Selasa (31/10/2023).
Baca Juga
Yuddy menjelaskan, total pendapatan bunga dan syariah Bank BJB naik 6,38% menjadi Rp 10,5 triliun dibanding periode sama 2022 sebesar Rp 9,87 triliun. Pendapatan bunga mencapai Rp 9,79 triliun, naik dari Rp 9,27 triliun, sedangkan pendapatan syariah mencapai Rp 669,09 miliar, meningkat dari Rp 571,2 miliar.
"Adapun pendapatan provisi dan komisi turun dari Rp 31,3 miliar menjadi Rp 25,9 miliar. Kemudian pendapatan provisi dan komisi syariah naik dari Rp 3,46 miliar menjadi Rp16,22 miliar," ujar dia.
Yuddy Renaldi mengungkapkan, secara industri, permintaan kredit perbankan sampai September 2023 cukup terjaga dengan pertumbuhan 8,96% (yoy). Pertumbuhan kredit didukung meningkatnya permintaan pembiayaan sejalan dengan kinerja korporasi yang masih tumbuh baik.
Namun, menurut Yuddy, terjadi kejutan di sektor perbankan setelah Bank Indonesia (BI) mengetatkan suku bunga acuan, BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sejak awal tahun di level 5,75%, bahkan menaikkannya ke level 6% pada 19 Oktober 2023. Tren suku bunga tinggi turut mendongkrak CoF bank-bank domestik, termasuk BJB.
Yuddy membeberkan, kredit dan pembiayaan BJB tumbuh 10,2% (yoy) menjadi Rp 124,9 triliun hingga September 2023, dengan loan to deposit ratio (LDR) terjaga optimal di level 92,4%, kredit bermasalah (non performing loans/NPL) netto 1,26%, dan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) 19,62%
Ke depan, menurut Yuddy Renaldi, BJB akan memaksimalkan porsi kredit dengan imbal hasil (yield) lebih tinggi untuk mengimbangi tekanan biaya dana yang per September 2023 mencapai 4,3%. BJB juga akan meningkatkan dana murah (current account saving account/CASA). (CR-3)

