IHSG Peluang Menguat, Cek Rekomendasi Saham BMRI, ELSA, TINS, dan SMRA
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi 0,29% ke 7.288 Kamis lalu, namun masih berpeluang menguat. Untuk perdagangan hari ini, Head of Research Retail MNC Sekuritas T Herditya Wicaksana merekomendasikan sejumlah saham layak dicermati investor, yakni Bank Mandiri (BMRI), Delta Dunia Makmur (DOID), Elnusa (ELSA), dan Summarecon Agung (SMRA). Sedangkan analis dari InvestasiKu Cheril Tanuwijaya merekomendasikan saham Timah (TINS), Metrodata Electronics (MTDL), MAP Aktif Adiperkasa (MAPA), BFI Finance (BFIN), dan BMRI.
Head of Research Retail MNC Sekuritas T Herditya Wicaksana mengatakan, IHSG terkoreksi ke 7.288 Kamis lalu dan masih didominasi volume penjualan. Namun, penutupan indeks masih mampu berada di atas moving average 60 hari (MA60).
Baca Juga
Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Trading 1 April
“Pada label hitam, posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave iii dari wave (iii), di mana indeks masih berpeluang menguat untuk menguji 7.500-7.600. Namun pada label merah, apabila IHSG menembus support 7.238, maka masih rawan melanjutkan koreksinya menguji 7.100-7,215 untuk membentuk wave (y) dari wave [iv],” katanya di Jakarta, Senin (1/4/2024).
Ia menjelaskan lebih lanjut, level support IHSG adalah 7.238, kemudian 7.099. Sedangkan resistance berada di 7.396, kemudian 7.454.
Menanti Data Inflasi
Cheril mengatakan, IHSG berpotensi rebound, dengan pergerakan indeks diperkirakan di area 7.244-7.343 hari ini. "IHSG pada perdagangan Kamis, 28 Maret 2024, bergerak fluktuatif hingga sempat menyentuh level terendah 7.244 dan ditutup melemah terbatas sebesar 0,29% ke level 7.288. Pelemahan ini terjadi seiring pelaku pasar melakukan profit taking menjelang libur dan pelaku pasar menanti rilis data ekonomi global. Investor asing mencatatkan aksi net sell sebanyak Rp 390.51 miliar dengan 5 saham yang paling banyak dijual yaitu TLKM, ASII, BMRI, BBCA, dan UNTR," katanya di Jakarta Senin (1/4/2024).
Baca Juga
IHSG Cenderung Sideways, BRI Danareksa Sekuritas Jagokan KLBF dan MAPI
Secara sektoral, pada Kamis lalu, hanya ada 2 sektor yang berhasil menguat dari 11 sektor yang ada, yaitu teknologi dan konsumen primer, masing-masing sebesar 0,85% dan 0,74%. Sektor teknologi menunjukan rebound dari pelemahan hari sebelumnya. Sedangkan sektor konsumen primer melanjutkan tren penguatan seiring sentimen bulan Ramadan yang menjadi katalis.
Sedangkan sektor yang melemah paling signifikan yaitu transportasi dan industri, dengan indeks masing-masing melemah 2,92% dan 1,29%. Pelemahan sektor transportasi masih disebabkan oleh pelemahan saham GIAA sebesar 5,17% dan sektor industri disebabkan oleh pelemahan ASII dan UNTR masing-masing 2,37% dan 1,73%.
"Hari ini, pelaku pasar akan menantikan rilis data inflasi Indonesia periode Maret 2024. Inflasi diperkirakan meningkat ke 2,9% akibat lonjakan harga bahan pokok," paparnya.
Bursa Global
Cheril yang juga analis Mega Capital Sekuritas ini membeberkan pula sentimen dari bursa utama dunia. Mayoritas bursa saham global ditutup menguat Kamis lalu waktu setempat, menjelang libur Paskah di Amerika Serikat dan Eropa serta sebagian wilayah Asia. "Data yang paling dinantikan pasar pekan ini yaitu rilis data inflasi PCE (personal consumption expenditures) maupun PCE inti sesuai perkiraan, bahkan PCE bulanan lebih rendah dari perkiraan," ujarnya.
Sedangkan di Asia, pelaku pasar mencermati PMI Manufaktur Tiongkok periode Maret 2024 naik ke 50,8 dari 49,1. Data ini menunjukkan peningkatan aktivitas manufaktur dalam 6 bulan terakhir.

