IHSG Potensi Menguat, Cek Rekomendasi Saham BRMS, PGEO, dan SMRA Hari Ini
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi menguat, dengan diperkirakan bergerak di range 7.220-7.340 pada perdagangan hari ini. Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, yakni Bumi Resources Minerals (BRMS), Pertamina Geothermal Energy (PGEO), Summarecon Agung (SMRA), Blue Bird (BIRD), dan Delta Dunia Makmur (DOID).
“IHSG menguat tipis 0,01% ke level 7.288 kemarin. Performa IHSG sejalan dengan bursa global yang cenderung konsolidasi. Pelaku pasar menanti rilis data global, khususnya kebijakan dari berbagai bank sentral,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Selasa (30/7/2024).
Baca Juga
Harga Emas Antam Turun Rp 2.000 per Gram, Termurah Dibandrol Rp 750.000
Ia mengatakan, investor asing mencatatkan net buy di pasar reguler sebesar Rp 47 miliar kemarin. Beberapa saham yang paling banyak dibeli yaitu BBCA, TLKM, dan AMMN.
"Pelemahan DXY (indeks dolar Amerika Serikat) memungkinkan mayoritas komoditas menguat, sehingga menjadi sentimen posifit bagi sektor bahan baku dan energi. Masing-masing menguat 0,77% dan 0,03%," ujar Head of Research Mega Capital Sekuritas ini.
Baca Juga
Abaikan Ketegangan Israel-Hizbullah, Harga Minyak Mentah Jatuh Hampir 2%
Sebaliknya, sektor yang menjadi pemberat IHSG yaitu infrastruktur. Harga saham BREN yang memiliki bobot besar terhadap indeks melemah hampir 3% sehari, dan harga saham emiten telekomunikasi cenderung datar menjelang rilis kinerja kuartal II-2024.
Global Cermati Kinerja Emiten
Sementara itu, bursa saham global tercatat konsolidasi kemarin waktu setempat. Pasar mencermati rilis kinerja emiten.
Bursa saham Amerika Serikat bergerak datar cenderung melemah, merespons rilis kinerja emiten. Investor juga menanti rilis emiten teknologi raksasa MSFT di esok hari.
"Mayoritas bursa Eropa melemah, seiring rilis kinerja barang mewah yang berkapitalisasi besar menunjukkan pelemahan, seperti LVMH dan Hermes. Di sisi lain, emiten perminyakan Eropa justru rebound, di antaranya Thales dan Total Energy," papar Cheril.
Pelaku pasar Eropa maskih fokus menanti pertemuan FOMC The Fed. Selain itu, keputusan suku bunga Bank Sentral Inggris (BoE).
Di Asia, mayoritas indeks menguat, seiring sentimen positif yang berlanjut dari rilis data inflasi personal consumption expenditures (PCE) AS pada Jumat lalu yang sesuai perkiraan pasar. Menjelang penutupan kemarin, bursa Hong Kong menguat hingga 1,3%, setelah pengadilan Hong Kong menangguhkan sidang terkait petisi yang mengusulkan pembubaran perusahaan properti raksasa Country Garden hingga 20 Januari 2025 mendatang.
Selain itu, bursa Asia juga menanti hasil pertemuan Politburo di Tiongkok yang akan berlangsung beberapa hari mendatang. Pelaku pasar berharap pemerintah Tiongkok tetap mempertahankan kebijakan yang longgar di sisa tahun ini, setelah pekan lalu Bank Sentral Cina (PBoC) secara mengejutkan memangkas suku bunga.

