IHSG Potensi Menguat, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini PGAS, TLKM, dan SMRA
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan berpotensi menguat terbatas, dengan pergerakan di range Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, yakni Perusahaan Gas Negara (PGAS), Telkom Indonesia (TLKM), Summarecon Agung (SMRA), Delta Dunia Makmur (DOID), dan Panin Financial (PNLF).
“IHSG melemah tipis sebesar 0,24% ke level 7.195, kemarin. Meski demikian, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 330 miliar di pasar regular, dengan 5 saham yang paling banyak diakumulasi yaitu BMRI, BBCA, ASII, BBRI, dan TLKM,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Jumat (9/8/2024).
Baca Juga
Pelemahan yang terjadi sejalan dengan pergerakan bursa regional Asia yang cenderung konsolidasi melemah. Pelaku pasar menanti data ekonomi Amerika Serikat dan Tiongkok.
Secara sektoral, sektor bahan baku menjadi pemberat laju IHSG yang melemah 1,93%. Hal ini akibat pelemahan pada saham AMMN hampir 9% sehari, di mana saham tersebut memiliki bobot besar terhadap indeks.
Baca Juga
Sebaliknya, sektor properti menguat 1,64%. Ini didukung oleh kompaknya penguatan pada saham-saham properti big caps.
“Hari ini pelaku pasar domestik menanti rilis data penjualan ritel periode Juni 2024,” ujar Head of Research Mega Capital Sekuritas itu.
Bursa Saham Global Rally
Sementara itu, data klaim pengangguran Amerika Serikat yang turun mendorong bursa saham global rally kemarin waktu setempat. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim pengangguran mingguan turun menjadi 233 ribu orang per 3 Agustus 2024. Angka ini lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar 240 ribu orang dan turun 17 ribu dari pekan sebelumnya.
Dengan rilis data tenaga kerja tersebut, kekhawatiran atas resesi ekonomi AS menjadi pudar, sehingga bursa saham global kompak menguat. Bahkan, indeks S&P 500 menguat 2,3% dalam sehari, kinerja terbaik sejak November 2022. Indeks Nasdaq juga turut menguat 2,87%, menutup koreksi di hari sebelumnya.
Selain ditopang data tenaga kerja AS, lanjut Cheril, rally indeks harga saham di Wall Street juga ditopang oleh penguatan harga saham emiten farmasi raksasa di AS, yaitu Eli Lilly. "Harga saham emiten terkait naik 9,5%, setelah perusahaan melaporkan hasil keuangan lebih baik dari ekspektasi. Eli Lilly juga menaikkan proyeksi pendapatan tahunannya, berkat tingginya permintaan obat diabetes Mounjaro dan obat obesitas Zepbound," ucapnya.
Selain itu, harga saham Nvidia dan Broadcom, dua produsen chip terbesar, melonjak lebih dari 6% dalam sehari. Demikian pula Meta Platforms naik 4,2% serta Apple menguat sekitar 1,7%.
Hari ini pelaku pasar global akan mencermati rilis data inflasi Tiongkok periode Juli 2024.

