IHSG Potensi Menguat, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini ADRO, PGEO, dan BSDE
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi menguat, dengan diperkirakan bergerak di range 7.050-7.200 pada perdagangan hari ini. Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, yakni Adaro Energy Indonesia (ADRO), Pertamina Geothermal Energy (PGEO), Indosat (ISAT), Bumi Serpong Dama (BSDE), dan Mayora Indah (MYOR).
“IHSG bergerak sejalan dengan bursa regional Asia, kemarin. Secara harian, IHSG menguat 0,99% ke level 7.129,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Rabu (7/8/2024).
Baca Juga
Asing Net Sell Saham Rp 0,11 Triliun Selasa, Lelang SUN Rp 23 T dan SRBI Rp 22 T
Head of Research Mega Capital Sekuritas ini mengatakan investor asing mencatatkan net buy tipis di pasar reguler sebesar Rp 15,27 miliar. Secara sektoral, lanjut dia, mayoritas indeks harga saham sektor menguat kecuali sektor industrial yang melemah tipis 0,08%. Hal ini dikarenakan pelemahan harga saham UNTR 1,13%, yang memiliki bobot besar terhadap indeks.
"Adapun sektor yang menjadi penopang penguatan IHSG yaitu infrastruktur, energi, dan transportasi. Masing-masing indeks harga sahamnya naik sebesar 1,62%, 1,38%, dan 1,22%," paparnya.
Bursa Global
Di bursa saham Amerika Serikat, indeks bursa saham tercatat rebound kemarin wakti setempat, setelah Calon Presiden AS Kamala Harris mengumumkan calon wakil presidennya. "Setelah koreksi selama beberapa hari terakhir, bursa saham global kompak menguat. Pada 6 Agustus 2024, akhirnya Calon Presiden dari Partai Demokrat Kamala Harris mengumumkan profil calon wakil presiden yang akan mendampinginya, yaitu Tim Walz yang saat ini menjabat sebagai gubernur Minnesota. Walz dipercaya dapat memenangkan golongan masyarakat kulit putih dan kalangan kelas menengah. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh University of Massachusetts pada 5 Agustus 2024, Harris unggul 46% dibandingkan suara Trump yang hanya 43%," ujar Cheril.
Hasil rilis kinerja emiten blue chip yang lebih baik dari perkiraan juga menjadi penopang indeks AS. Beberapa rilis data emiten tersebut antara lain Caterpillar, Uber, dan Disney.
"Dari sisi rilis data ekonomi, neraca perdagangan AS periode Juni menunjukan defisit US$ 73,1 miliar, membaik dari bulan sebelumnya. Ini didukung oleh peningkatan ekspor barang yang menyeimbangi sedikit turunya ekspor jasa. Selain itu, sentimen positif atas perkembangan politik di AS juga menjadi penopang optimisme pasar," ucapnya.
Baca Juga
Antisipasi Serangan Iran ke Israel, Harga Minyak Bergerak Naik
Hari ini, pelaku pasar menanti rilis data neraca perdagangan Tiongkok periode Juli. Selain itu, rilis data cadangan minyak mentah mingguan AS.

