Net Sell Berlanjut Rp 473,97 Miliar, Aksi Jual Saham Bank Kakap Tak Kunjung Berakhir
JAKARTA, investortrust.id– Pemodala sing merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 473,97 miliar, seiring dengan berlanjutnya koreksi indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (18/12/2024), sebanyak 49,85 poin (0,70%) menjadi 7.107,88. Pelemahan ini merupakan hari kelima secara beruntun.
Net sell terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 343,62 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 265,16 miliar, PT Blibli Tbk (BELI) Rp 163,46 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 137,50 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 58,51 miliar.
Sebaliknya lima saham dengan torehan pembelian bersih (net buy) hari ini, yaitu saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) Rp 243,97 miliar, PT MD Entertainment TbK (FILM) Rp 77,69 miliar, PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) Rp 55,36 miliar, PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) Rp 34,45 miliar, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp 29,07 miliar.
Baca Juga
NH Korindo Rilis Saham Pilihan dari Berbagai Sektor, Saham Bank Papan Atas Masuk
Pelemahn IHSG hari ini dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti saham sektor material dasar 1,03%, sektor keuangan 0,54%, sektor infrastruktur 0,93%, sektor property 0,58%, dan sektor consumer non primer 0,49%. Sektor saham yang berhasil mengu8at hanya consumer primer sebanyak 0,58%.
Meski IHSG kembali anjlok, lima saham lapis tiga ini justru catatkan kenaikan harga hingga auto reject atas (ARA), seperti PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) naik 34,55% menjadi Rp 148, PT Lion Metal Works Tbk (LION) naik 25% menjadi Rp 470, PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) melesat 25% menjadi Rp 675, PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk (CCSI) naik 24,79% menjadi Rp 302, dan PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) naik 25% menjadi Rp 5.700.
Sebaliknya saham dengan pelemahan paling dalam melanda saham PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX), PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS), PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI), PT Citra Buana Prasida Tbk (CBPE), dan PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX).
IHSG kemarin ditutup anjlok sebanyak 100,9 poin (1,39%) menjadi 7.157,73. Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,63 triliun di seluruh pasar. Net sell terbanyak kembali melanda sejumlah saham berikut, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 666,48 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 407,78 miliar, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 145,54 miliar.
Baca Juga
KSEI Luncurkan Aplikasi Transaksi Reksa Dana K-CASH, Ini Keunggulannya
Koreksi indeks kemarin merupakan hari keempat secara beruntun dengan pelemahan sudah mencapai 3,2%. Pelemahan tersebut didorong berlanjutnya koreksi saham bank besar BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Penurunan indeks ini sejalan dengan koreksi sebagian besar bursa saham Asia.
Pelemahan indeks kemarin dipicu atas penurunan sejumlah sektor saham, yaitu saham sektor industri 2,32%, sektor material dasar 1,87%, sektor consumer non primer 1,1,51%, sektor keuangan 1,56%, sektor teknologi 1,39%, dan sektor property 1,10%.
Meski IHSG terjerembab, empat saham berikut torehkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) naik 34,15% menjadi Rp 110, PT Multi Media Internasional Tbk (MMIX) naik 34,15% menjadi Rp 110, PT Lion Metal Works Tbk (LION) naik sebanyak 24,50% menjadi Rp 376, dan PT Golden Flower Tbk (POLU) melesat 24,53% menjadi Rp 2.310.

