Tetapkan Dividen Interim Rp 135, Saatnya Beli Saham BRI (BBRI)?
JAKARTA, investortrust.id – Pembagian dividen interim senilai Rp 20,33 triliun menjadi sentiment positif terhadap pergerakan harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Sedangkan sentimen jangka panjang saham ini ditopang CAR yang kuat, provisi yang solid, dan tingkat profitabilitas tertinggi.
Hal ini mendorong Sucor Sekuritas untuk memeprtahankan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga Rp 6.000 per saham. Saham bank pelat merah tersebut ini ditetapkan sebagai saham pilihan jangka panjang didukung outlook masih kuat dalam jangka panjang.
Baca Juga
Kado HUT Ke-129, BRI (BBRI) Gelontorkan Dividen Interim Rp 20,46 Triliun
Analis Sucor Sekuritas Edward Lowis mengatakan, pembagian dividen interim senilai Rp 135 per saham merepresentasikan yields dividend interim sebesar 3,2%. Sedangkan total dividen yang dibagikan tersebut setara dengan 35% dari target laba bersih perseroan tahun ini.
Prediksi Kinerja Keuangan BBRI
Sumber: Sucor Sekuritas
“Pembagian dividen interim ini menjadi katalis positif dan kejutan terhadap saham BBRI di tengah sejumlah tantangan terhadap pergerakan harga saham sektor perbankan dalam jangka pendek ini,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Terkait penurunan harga saham BBRI sebanyak 26% menjadi Rp 4.250 sepanjang year to date (ytd), Sucor Sekuritas menyebutkan, dipicu sentimen negative dari pelemahan nilai tukar Rupiah, kenaikan yield US Tresuri, penurunan daya beli masyarakat, dan pengetatan likuiditas, serta peningkatan tensi geopolitik.
Baca Juga
Jelang Periode Nataru, BRI Siapkan Uang Tunai Rp 24,6 Triliun
Sejumlah sentimen negative tersebut mendorong pemodal asing melanjutkan aksi jual (net sell) saham BBRI dengan total mencapai Rp 35,5 triliun untuk year to date (ytd). Meski demikian, prospek saham BBRI tetap kuat untuk jangka panjang. Pemodal disarankan untuk mencermati sentimen sebelum mulai mengakumulasi saham ini.
Terkait kinerja keuangan, Sucor Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih BBRI senilai Rp 57,87 triliun tahun ini dan diharapkan meningat menjadi Rp 60,92 triliun pada 2025, dibandingkan realisasi tahun 2023 sebanyak Rp 60,10 triliun.
BRI sebelumnya telah menetapkan dividen interim hingga kuartal III-2024 berkisar Rp 20,33-20,46 triliun. Angka tersebut setara dengan Rp 135 per saham. Nilai dividen interim ini lebih besar dari torehan dividen interim tahun 2023 senilai Rp 12,7 triliun.
Manajemen BBRI dalam pengumuam resmi di Jakarta, Senin (16/12/2024), menyebutkan bahwa pembagian dividen ini sesuai dengan keputusan direksi yang telah disetujuai dewan komisaris pada 12 Desember 2024. Dividen interim ini lebih besar 61% dari dividen interim tahun buku 2023.
Baca Juga
Didukung Pemulihan Kinerja dan Potensi Dividen Besar, Saham BRI (BBRI) Direkomendasikan Beli
Dividen interim ini akan dibagikan kepada pemegang saham pada 15 Januari 2025. Sedangkan cum dividen di pasar regular dan negosiasi ditetapkan pada 24 Desember 2024.
Pembagian dividen tersebut juga mempertimbangkan kinerja keuangan hingga kuartal III-2024, yaitu secara konsolidasian laba bersih bertumbuh sebesar Rp 45,36 triliun. Dari sisi intermediasi, hingga akhir September 2024 BRI berhasil menyalurkan kredit senilai Rp 1.353,36 triliun atau tumbuh 8,21% secara year on year (yoy). Dari total penyaluran kredit tersebut, 81,70% di antaranya atau sekitar Rp1.105,70 triliun merupakan kredit kepada segmen UMKM.
Grafik Saham BBRI

