Naik 47,4%, Setoran Dividen Interim PT BRI Tbk (BBRI) Sumbang Kekayaan Negara Rp 6,8 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut setoran dividen interim PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk menyumbang Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) sebesar Rp 6,8 triliun. Angka ini naik tajam 47,4% dari tahun lalu yang hanya Rp 4,6 triliun.
“Kita mendapatkan dividen yang disetor cukup awal. Ini yaitu dividen terutama dari BRI,” kata Sri Mulyani saat paparan APBN 2024 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (25/3/2024).
Baca Juga
Komoditas Melemah, PNBP Anjlok
Sri Mulyani menilai, secara keseluruhan, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) masih terjaga. Sampai 15 Maret 2024, kata dia, PNBP terkumpul Rp 93,5 triliun atau 19% dari target APBN 2024.
“Ini sebetulnya mengalami penurunan 12,3% dari PNBP tahun lalu, karena tahun lalu mencapai Rp 106,6 triliun. Jadi, ini sudah mulai terlihat terutama untuk komoditas sumber daya alam (SDA),” kata dia.
Sri Mulyani mengatakan, penerimaan dari SDA nonmigas mengalami penurunan. Ini terutama seiring dengan penurunan volume produksi dan harga batu bara.
Penurunan penerimaan komoditas unggulan Indonesia ini cukup tajam yaitu 38,7% year-on-year (yoy), dari Rp 36,6 triliun pada tahun lalu menjadi Rp 22,4 triliun per 15 Maret 2024. “Rp 22,4 triliun itu merupakan 23% dari target APBN,” ujar dia.
Sementara itu, untuk PNBP lainnya, pemerintah telah mengantongi 29% dari target. Meski demikian, diikuti kontraksi pendapatan negara dari Rp 34,5 triliun pada tahun lalu, menjadi Rp 33,4 triliun per 15 Maret 2024.
“Kalau dilihat dari sisi PNBP kementerian/lembaga (K/L) yang tumbuh 14,9%, ini terutama dari jasa tenaga pekerjaan, komunikasi, dan informasi, serta kompensasi wilayah izin pertambangan,” kata dia.
Baca Juga
Pendapatan Negara akan Turun 5,4%, Menkeu: APBN Surplus Rp 22,8 Triliun per 15 Maret
Untuk Badan Layanan Umum (BLU), lanjut dia, pendapatan negara sebesar Rp 13,1 triliun atau naik tajam 51,1% dari tahun lalu sebesar Rp 8,7 triliun. Kenaikan terutama didominasi dari jasa rumah sakit dan pendidikan.
“Dua-duanya memberikan efek yang luar biasa. Ini terutama efek setelah pandemi yang mulai hilang,” ucap dia.

