Perdana, Garuda Indonesia (GIAA) Beli SPE-GRK di Bursa Karbon
JAKARTA, investortrust.id – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) membeli Sertifikat Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) di Bursa Karbon di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Transaksi ini sekaligus menjadi pembelian perdana sertifikat pengurangan emisi yang dilaksanakan maskapai national flag ini.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan, pihaknya terus memperkuat komitmen dalam mendukung upaya pengurangan emisi gas rumah kaca.
Sertifikat Penurunan Emisi merupakan bagian dari mekanisme pengelolaan penurunan emisi yang terdokumentasikan dalam surat bentuk bukti pengurangan emisi. Hal ini dilakukan oleh usaha dan atau kegiatan yang telah melalui pengukuran, pelaporan, dan verifikasi, serta tercatat dalam Sistem Registrasi Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN-PPI) dalam bentuk nomor atau kode registrasi.
Baca Juga
Garuda Indonesia (GIAA) Lunasi Sebagian Utang dengan Tender Offer
Pembelian sertifikat penurunan emisi tersebut merupakan bagian dari rangkaian program Carbon Neutral Flight di Garuda Indonesia. Dikatakan ini merupakan wujud komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung langkah dekarbonisasi melalui konversi emisi karbon yang ditimbulkan pada operasional penerbangan.
“Program tersebut yang salah satunya turut dilakukan melalui metode Carbon Offset melalui pembelian sertifikasi penurunan emisi milik Pertamina Patra Niaga,” imbuh Irfan.
Adapun nantinya pelaksanaan Program Carbon Neutral Flight tidak hanya akan dilaksanakan melalui pembelian SPE yang tersedia di Bursa Karbon nasional. Melainkan juga sertifikat penurunan emisi berskala global sesuai standar Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (ICAO-CORSIA).
Baca Juga
Sumber Mineral Global (SMGA) Targetkan Pendapatan Rp 1 Triliun Usai IPO
Tahap awal Program Carbon Neutral Flight tersebut juga telah diimplementasikan pada penerbangan Joy Flight HUT GA ke-75 yang sebelumnya dilaksanakan pada Selasa (23/1/2024). Hal ini juga akan dilaksanakan secara berkesinambungan pada berbagai penerbangan lainnya.
Irfan mengatakan, program ini merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-75 Garuda Indonesia, serta menjadi wujud implementasi komitmen perusahaan untuk mendukung pencapaian target Net Zero Emission 2060 yang telah ditetapkan pemerintah.
“Melalui program Carbon Neutral Flight tersebut, Garuda Indonesia menerapkan perhitungan offset atas carbon footprint yang dihasilkan oleh penerbangan joy flight,” jelas Irfan.
Sebelumnya, sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-75 Garuda Indonesia, Garuda Indonesia melaksanakan penerbangan joy flight menggunakan armada B737-800 dengan nomor penerbangan GA006. Pesawat ini terbang melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta untuk melintasi area Pelabuhan Ratu dan kemudian kembali ke Bandara Soekarno Hatta
“Ini merupakan salah satu bentuk apresiasi Garuda Indonesia terhadap karyawan tenaga alih daya dengan kriteria tertentu yang termasuk di dalamnya petugas security, cleaning service, serta office boy yang selama ini telah turut mendukung kegiatan bisnis perusahaan,” papar dia.

