Waspadai Pelemahan IHSG Berlanjut, Sedangkan Dua Saham Ini Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (13/12/2024), berpotensi lanjutkan pelemahan setelah ditutup anjlok kemarin. Pergerakan indeks diprediksi dalam rentang 7.341-7.476.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini, menyebutkan bahwa penurunan indeks kemarin sudah sesuai dengan antisipasi setelah IHSG tertahan pada resisten MA60 level 7.483. Sedangkan level support yang layak dicermati pemodal adalah 7.341.
Baca Juga
Pergerakan indeks juga bakal dipengaruhi laju bursa saham Wall Street semalam, yaitu Dow Jones melemah 0,53%. Pelemahan juga melanda indeks S&P500 sebanyak 0,54% dan Nasdaq sebanyak 0,66%.
Meski IHSG diproyeksikan melemah, BRI Danareksa Sekuritas menjagokan saham ISAT direkomendasikan beli dengan target harga Rp 2.690-2.840 dan saham MAPA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.090-1.175. Sebaliknya saham BBYB dan TOWR direkomendasikan jual.
IHSG kemarin ditutup melemah sebanyak 70,51 poin (0,94%) menjadi 7.394,24. Pemodal asing mendadak realisasikan penjualan bersih (net sell) saham jumbo senilai Rp 2,18 triliun, yaitu saham PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) Rp 1,13 triliun, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 623,49 miliar.
Baca Juga
Wall Street Tertekan Data Inflasi, Dow Anjlok Lebih dari 200 Poin
Koreksi kemarin dipicu atas aksi ambil untung (profit taking) usai ditutup melesat dalam empat hari beruntung. Pelemahan hari ini juga dipicu atas koreksi empat saham bank besar, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI berkisar dari 2,4-3,84%. Sedangkan secara sectoral, saham sektor keuangan turun 1,41%, sektor kesehatan 1,37%, sektor property 0,75%, sektor infrastruktur 0,60%, dan sektor transportasi 1,71%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor consumer primer, material dasar, dan energi.
Meski IHSG ditutup anjlok, dua saham ini berhasil torehkan penguatan auto reject atas (ARA), seperti PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS) melesat 25% menjadi Rp 775 dan PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) naik 24,56% menjadi Rp 284.
Grafik IHSG

