IHSG Bisa Lanjutkan Penurunan Hari Ini, Sedangkan SSIA dan MBMA Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (17/3/2025), berpotensi lanjutkan penurunan pada perdagangan awal pekan ini. Pemodal disarankan untuk mewaspadai level support 6.500.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa indeks masih berada dalam trend bearish untuk jangka panjang. Peluang penurunan juga dipicu atas kejatuhan IHSG akhir pekan lalu sebanyak 1,98%.
Baca Juga
Trump Bekukan Media yang Didanai Pemerintah AS, 1.300 Staf VOA Dirumahkan
Meski demikian sentimen positif datang dari bursa saham global setelah Wall Street akhir pekan lalu ditutup melesat, yaitu Dow Jones naik 1,65%, indeks S&P500 menguat 2,13%, dan Nasdaq melesat sebanyak 2,61%.
Di tengah peluang berlanjutnya pelemahan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham SSIA dan MBMA hari ini.
IHSG akhir pekan lalu ditutup melemah sebanyak 131,79 poin (1,98%) menjadi 6.515. Investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham jumbo hingga Rp 1,77 triliun melanda PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 501,99 miliar, PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp 292,36 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 267,75 miliar.
Pelemahan IHSG terjadi setelah saham emiten data center DCII anjlok hingga auto reject bawah (ARB) sebanyak 19,99% dari Rp 226.150 menjadi Rp 180.950. Kejatuhan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) saham emiten ini anjlok dari Rp 483 triliun menjadi Rp 431 triliun. Peringkatnya juga turun dari 6 menjadi 8 untuk kategori top 10 market cap BEI.
Baca Juga
Prabowo Pimpin Ratas Percepatan Hilirisasi di Hambalang, Fokus Ciptakan Lapangan Kerja
Pelemahan saham DCII membuat IHSG saham sektor teknologi melemah 12,71%. Penurunan juga melanda saham sektor property 0,91%, sektor keuangan 0,90%, sektor infrastruktur 0,95%, sektor kesehatan 1,16%, sektor energi 1,04%, sektor material dasar 1,05%, dan sektor consumer non primer 1,13%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor consumer primer.
Saat indeks anjlok, tiga saham ini ditutup melesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) naik 34,51% menjadi Rp 152, PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) naik 24,86% menjadi Rp 432, dan PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) naik 24,50% menjadi Rp 940.

