Pendapatan Sari Kreasi Boga (RAFI) Melonjak 100%
JAKARTA, investortrust.id - PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI) mengaku telah mencetak pertumbuhan pendapatan sekitar 100% pada kuartal III-2023 dibandingkan periode sama tahun lalu.
“Untuk year on year (yoy) kuartal tiga itu ada kenaikan (pendapatan) lebih dari 100%,” ujar Direktur Keuangan Sari Kreasi Boga Rizki Rahmat menjawab investortrust.id dalam Paparan Publik PT Sari Kreasi Boga Tbk tahun 2023 di Aston Priority Simatupang & Conference Center, Jakarta, Rabu (22/11/2023).
Sebagai gambaran, pada kuartal III-2022, emiten Kebab Baba Rafi ini mencatatkan pendapatan Rp 104,61 miliar. Artinya bila naik menjadi dua kali lipat, pendapatan perusahaan periode Januari-September 2023 diperkirakan sekitar Rp 208 miliar.
Namun bila dibandingkan pendapatan kuartal II-2023 sebesar Rp 228,96 miliar, proyeksi penghasilan perusahaan tersebut cenderung turun. Terkait kinerja bottom line perseroan, Rizki menyatakan bahwa manajemen menargetkan pencapaian profit margin di kisaran 15-20%.
“Profit margin kami tetap menjaga di 15%. Kuartal tiga (2023) saat ini kurang lebih 13,5%. Unaudited ya,” tegas dia.
Dihitung berdasarkan profit margin tersebut, laba Sari Kreasi Boga dari pendapatan Rp 208 miliar akan sekitar Rp 28 miliar dalam sembilan bulan pertama tahun ini. Jika dibandingkan laba usaha per kuartal II-2023 yang senilai Rp 17,86 miliar, keuntungan perusahaan di kuartal ketiga, cenderung naik meski tipis.
Namun laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada kuartal kedua tahun ini mencapai Rp 101,37 miliar, ditopang revaluasi pembelian properti investasi senilai Rp 89,21 miliar.
Direktur Utama Sari Kreasi Boga Eko Mujianto menyebutkan, pendapatan perusahaan sepanjang Januari-Juni 2023 paling besar berasal dari bisnis food supply yang mencapai Rp 208,44 miliar. Sedangkan total aset di periode ini naik 370% menjadi Rp 365,98 miliar. Begitu pun dengan ekuitas yang meningkat 524% menjadi Rp 328,6 miliar.
"Alhamdulillah, SKB Food dapat terus melanjutkan kinerja positif tahun ini yang tercermin dari meningkatnya pendapatan dari bisnis food supply," ujar Eko
Bersamaan dengan itu, likuiditas perseroan juga diklaim terjaga dan tingkat rasio solvabilitas berhasil ditingkatkan, dengan rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) di kisaran 11% dari sebelumnya 48%. Begitu pun dengan rasio utang terhadap aset di angka 10% dibanding periode sama tahun lalu 32%.
“SKB Food juga terus berkomitmen memperbaiki kualitas utang jangka pendek dimana rasio likuiditas kuartal II-2023 di angka 4,56 dibanding tahun sebelumnya 4,04,” pungkasnya. (CR-10)
Baca Juga
Saham Sari Boga (RAFI) Dinilai Kemurahan, Harga Disebut-sebut Menuju Rp 100

