Fokus Segmen Ini, Sari Kreasi Boga (RAFI) Incar Pendapatan Rp 200 Miliar Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI) atau SKB Food menargetkan pendapatan Rp 200 miliar pada akhir 2025, turun 65,68% dibanding capaian 2024 sebesar Rp 582,84 miliar. Meski lebih rendah secara tahunan, perseroan menegaskan fokus pada penguatan fundamental bisnis serta transformasi menuju perusahaan pangan terintegrasi.
Direktur Utama SKB Food Eko Pujianto menyampaikan bahwa strategi 2025 diarahkan pada efisiensi operasional, konsolidasi bisnis inti, serta pengembangan lini baru di sektor agrifood dan peternakan. “Arah strategis ini menjadi pilar untuk mencapai visi sebagai integrated food company untuk agrifood maupun seafood, sekaligus berkontribusi pada ketahanan pangan nasional,” ujar Eko dalam paparan publik virtual, Jumat (28/11/2025).
Baca Juga
Prospek Ekonomi 2026 Lebih Cerah, Berbagai Risiko Sudah “Price In”
Manajemen melihat potensi besar pada komoditas buah-buahan lokal melalui peningkatan proses pascapanen, standarisasi kualitas, dan integrasi distribusi. Di saat bersamaan, pengembangan sektor unggas ditujukan untuk memperkuat pasokan daging ayam domestik dan mengurangi ketergantungan terhadap komoditas impor.
Inisiatif tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai pasok, meningkatkan profitabilitas, serta mendorong daya saing komoditas lokal. “Ketahanan pangan nasional harus diupayakan bersama, dan perseroan berinisiatif menjadi bagian dari solusi yang memberikan dampak positif lebih luas,” tambah Eko.
Hingga kuartal III-2025, RAFI mencatat pendapatan Rp 135,03 miliar dengan rugi bersih Rp 23,01 miliar. Kontributor pendapatan terbesar berasal dari komoditas ikan sebesar Rp 69,89 miliar, diikuti beras Rp 46 miliar, penjualan melalui Lazizaa Rahmat Semesta (LRS) Rp 12,68 miliar, dan bahan baku kebab Rp 3,83 miliar.
Baca Juga
Perseroan menilai industri makanan, minuman, dan waralaba masih menghadapi tekanan biaya dan dinamika permintaan sepanjang 2025. Meski demikian, manajemen tetap menjaga stabilitas operasional melalui optimalisasi rantai distribusi dan penataan portofolio usaha.
Memasuki 2025, RAFI juga berencana memperkuat digitalisasi dan implementasi sistem IT untuk memperluas jaringan distribusi dan rantai pasok pangan maupun nonpangan. Perseroan akan memperbanyak portofolio brand, termasuk Rafi Express, Rafina (beras), EsKabeh (seafood), serta Sedap Kesayangan Boenda (Sekeboen) untuk produk makanan siap santap.

