IHSG Sesi I Ditutup Menguat, Ditopang Saham TMPO hingga AADI
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (6/12/2024), ditutup menguat sebanyak 26,21 poin (0,36%) ke leve; 7.339,52. Pergerakan indeks dalam rentang 7.287,60-7.345,70 dengan nilai transaksi Rp 3,80 triliun.
Faktor utama penguatan indeks datang dari lompatan harga saham PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) melesat 29,51% menjadi Rp 158, PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) menguat 24,92% menjadi Rp 1.905, PT Tera Data Indonesia Tbk (AXIO) naik 23,62% menjadi Rp 157, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) naik 19,92% menjadi Rp 7.975, dan PT Dosni Roha Indonesia menguat naik 19,40% menjadi Rp 80.
Penguatan indeks tersebut ditopang oleh penguatan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor teknologi 1,03%, sektor energi 0,98%, sektor properti 0,79%, sektor keuangan 0,25%, sektor konsumen non primer 0,13% dan sektor basic material 0,10%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor kesehatan, sektor industri, sektor Infrastruktur, sektor konsumen primer, dan sektor transportasi.
Baca Juga
Sebaliknya pelemahan dalam melanda saham berikut, yaitu saham PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ), PT Indo Straits Tbk (PTIS), dan PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE).
Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (5/12/2024), ditutup terkoreksi sebanyak 13,45 poin (0,18%) menjadi 7.313. Pergerakan indeks dalam rentang 7.283-7.338 dengan nilai transaksi Rp 7,82 triliun.
Koreksi IHSG hari ini dipicu atas pelemahan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor keuangan 0,92%, sektor teknologi 0,23%, dan sektor consumer non primer 0,08%. Sebaliknya justru catatkan kenaikan, seperti saham sektor energi, material dasar, industry, dan kesehatan.
Meski IHSG melemah, beberapa saham catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Indo Straits Tbk (PTIS) menguat 25% menjadi Rp 270, PT Bangun Perdana Pusaka Tbk (KONI) naik 25% menjadi Rp 1.525, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) naik 19,82% menjadi Rp 6.650, dan PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) melesat 19,75% menjadi Rp 7.125.

