ChatGPT Makin Moncer, Saham Nvidia Melonjak 7% Setelah “Endorse” Morgan Stanley
JAKARTA, investortrust.id - Perusahaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) Nvidia menyita perhatian dunia. Seiring dengan itu harga sahamnya di Wall Street diburu investor.
Pada perdagangan Senin (14/8) waktu AS atau Selasa dini hari waktu Indonesia, saham Nvidia naik 28,98 poin dan ditutup pada posisi US$ 437,53 per saham. Alhasil, tahun ini saja saham Nvidia sudah melesat lebih dari 200%.
Lonjakan ini tidak lepas dari “endorse” Morgan Stanley yang menyatakan Perusahaan pembuat chip keuntungan berlipat belakangan ini. Lonjakan terjadi karena perkembangan signifikan dalam penggunaan teknologi kecerdasan buatan.
Selama mayoritas perusahaan masih tertarik pada kecerdasan buatan generatif, Nvidia akan mendapat manfaat. Produk kecerdasan buatan Nvidia saat ini tentu saja ChatGPT.
Saham Nvidia ditutup lebih dari 7% pada perdagangan Senin, menegaskan keyakinan investor bahwa unit pemrosesan grafis (GPU) perusahaan ini akan terus menjadi chip komputer paling popular. Produk ini dinilai bisa diandalkan untuk menggerakkan model bahasa yang mampu menghasilkan teks berkualitas.
Morgan Stanley merilis catatan analis pada hari Senin yang sekaligus menegaskan lagi bahwa Nvidia terus menjadi "Top Pick" setelah laporan kinerja kuartal kedua 2023. Manajemen Nvidia proyeksikan pertumbuhan kinerja yang jauh le lebih baik dari perkiraan.
"Kami berpikir bahwa penjualan baru-baru ini adalah titik masuk yang bagus, karena meskipun ada keterbatasan pasokan, kami masih mengharapkan kinerja kuartal yang lebih tinggi dari ekspektasi, dan yang lebih penting, visibilitas yang kuat selama 3-4 kuartal mendatang," demikian catatan Morgan Stanley seperti dilansir CNBC International.
"Nvidia tetap menjadi pilihan utama kami, dengan latar belakang pergeseran besar dalam pengeluaran untuk kecerdasan buatan, dan ketidakseimbangan pasokan dan permintaan yang cukup luar biasa yang seharusnya berlangsung selama beberapa kuartal mendatang," demikian pandangan Morgan Stanley.
Nvidia, yang kini memiliki valuasi lebih dari $1 triliun. Angka ini melampaui semua perusahaan lain selama momen kebangkitan teknologi tahun ini, yang bersamaan dengan terkoreksinya pasar selama tahun 2022. Bersamaan dengan itu, saham raksasa chip ini naik hampir 200% tahun 2023 ini.
Saham Nvidia sesungguhnya sempat turun lebih dari 10% bulan ini. Hal ini dipicu isu keterbatasan pasokan dan kekhawatiran berkelanjutan atas perekonomian secara umum. Pelaku pasar dunia juga mempertanyakan peluang pemulihan ekonomi.
Meski demikian, para analis Morgan Stanley memprediksi bahwa Nvidia akan mendapat manfaat besar dalam jangka panjang. "Intinya adalah bahwa ini adalah situasi yang sangat positif, angka-angka bulan Oktober sepenuhnya dipengaruhi oleh pasokan, dan konsensus sisi pembeli bagian atas telah dikurangi," demikian laporan para analis.
"Kami melihat angka-angka naik setidaknya cukup sehingga saham ini akan diperdagangkan dengan P/E yang lebih mirip dengan bagian atas dari semikonduktor, dengan potensi kenaikan yang masih ada di depan," demikian Morgan Stanley.
Saham Nvidia diyakini akan terus melipatgandakan nilai kapitalisasinya tahun ini. Pada 23 Agustus ini, manajemen Nvidia kabarnya akan segera mengumumkan kinerja kuartal kedua 2023 yang lebih moncer.
