Institusi Makin Agresif, Morgan Stanley Tambah Bitcoin US$ 13,2 Juta
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Morgan Stanley kembali menambah eksposurnya terhadap Bitcoin dengan mengakuisisi aset kripto senilai US$ 13,2 juta. Langkah tersebut mempertegas komitmen bank investasi asal Amerika Serikat itu terhadap Bitcoin di tengah volatilitas pasar aset digital.
Berdasarkan dokumen regulasi dan catatan kustodian terbaru, Morgan Stanley belum melakukan penjualan Bitcoin sejak Mei 2026. Hal ini menunjukkan strategi akumulasi yang konsisten, berbeda dengan pola perdagangan jangka pendek yang umum terjadi pada investor ritel.
Sebagai salah satu bank investasi terbesar di dunia, Morgan Stanley telah memperluas keterlibatannya di industri aset digital melalui layanan manajemen aset dan manajemen kekayaan. Perusahaan juga menyediakan akses ke produk exchange traded fund (ETF) Bitcoin bagi nasabah serta berperan sebagai dealer utama dan distributor ETF.
Baca Juga
Faktor Ini Membuat Standard Chartered Pertahankan Target Harga Bitcoin US$ 100.000 pada Akhir 2026
Melansir Cointurk, Minggu (12/7/2026) pembelian terbaru tersebut dinilai mencerminkan meningkatnya pandangan institusi keuangan terhadap Bitcoin sebagai aset investasi jangka panjang, bukan sekadar instrumen spekulatif.
Berbeda dengan siklus pasar sebelumnya yang banyak didorong investor ritel, akumulasi Bitcoin oleh lembaga keuangan besar seperti Morgan Stanley menunjukkan pergeseran pola investasi menuju kepemilikan yang lebih stabil.
Meningkatnya partisipasi investor institusi juga dinilai mendorong pengembangan infrastruktur industri aset digital, mulai dari layanan kustodian, peningkatan likuiditas, hingga produk investasi baru yang memenuhi standar kepatuhan regulator.
Baca Juga
Support US$ 61.000 Jadi Penentu Arah Bitcoin, Analis Bidik Level US$ 70.000
Selain itu, tren tersebut memperkuat integrasi aset digital ke dalam sistem keuangan arus utama. Sejumlah pelaku industri memperkirakan permintaan terhadap layanan kustodian yang diaudit, sistem proof of reserves, dan produk investasi berbasis kripto akan terus meningkat seiring bertambahnya minat investor institusional.
Meski belum mengungkapkan target kepemilikan Bitcoin secara keseluruhan, langkah Morgan Stanley menambah investasi di tengah gejolak pasar dinilai menjadi sinyal bahwa lembaga keuangan global masih melihat prospek jangka panjang Bitcoin tetap menarik.
