IHSG Dibuka Mixed Cenderung Melemah, tapi Saham PUDP dan JMAS Bertahan ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (21/11/2024), dibuka mixed dengan kecenderungan tipis sebanyak 5 poin menjadi 7.173.
Penurunan indeks dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham di awal transaksi, yaitu saham sektor consumer non primer, sektor consumer, dan sektor keuangan. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor teknologi, sektor kesehatan, sektor infrastruktur, dan sektor transportasi.
Baca Juga
Kembali Cetak Lonjakan Harga, Transaksi Saham PNSE dan DAAZ kembali Disuspensi
Meski IHSG dibuka melemah, saham PT Pudjiadi Prestige Tbk (PDUP) langsung melesat hingga auto reject atas (ARA) dengan kenaikan 24,63% menjadi Rp 334. PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) kembali ARA dengan kenaikan 19,81% menjadi Rp 9.375 dan PT Newport Marine Services Tbk (BOAT) kembali melesat 17,48% menjadi Rp 240.
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda beberapa saham berikut, yaitu saham PT Indo Kordsa tbk (BRAM), PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS), PT Green Power Group Tbk (LABA), dan PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS).
IHSG kemarin ditutup melemah sebanyak 15,38 poin (0,21%) menjadi 7.180,34. Pemodal asing lagi-lagi bukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 436,24 miliar, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 413,11 miliar dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 123,52 miliar.
Baca Juga
Koreksi kemarin dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti saham sektor teknologi 1,43%, sektor property 0,87%, sektor consumer non primer 0,60%, sektor infrastruktur 0,48%, sektor transportasi 0,35%, dan sektor industry 0,29%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor keuangan, kesehatan, dan consumer primer.
Meski IHSG ditutup melemah, empat saham justru naik hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Newport Marine Services Tbk (BOAT) menguat 33,77% menjadi Rp 206, PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP) naik 34,67% menjadi Rp 268, PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) melesat 24,77% menjadi Rp 1.360, dan PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) melesat 19,92% menjadi Rp 7.825.
Grafik IHSG

