IHSG Akhirnya Dibuka Rebound, Mayoritas Sektor Saham Naik hingga POLU dan PUDP Langsung ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/11/2024), dibuka rebound dengan kenaikan sebanyak 22,55 poin menjadi 7.163. Penguatan terdorong kenaikan mayoritas sektor saham.
Penguatan tertinggi dicatatkan saham sektor teknologi, sektor energi, sektor material dasar, sektor consumer non primer, esktor keuangan, dan sektor property. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor industry.
Baca Juga
Target Harga Saham MAP Aktif (MAPA) Direvisi Naik, Simak Faktor Penopang Ini
Meski transaksi saham baru dibuka, dua saham ini langsung torehkan penguatna hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Golden Flower Tbk (POLU) naik 24,78% menjadi Rp 1.435 dan PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP) naik 24,55% menjadi Rp 416. Kenaikan juga melanda saham PT Inter Delta Tbk (INTD) sebanyak 21,95% menjadi Rp 300.
Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam melanda saham, yaitu PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR), dan PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR).
IHSG kemarin ditutup melemah sebanyak 39,43 poin (0,55%) menjadi 7.140. Pemodal asing membukukan kenaikan penjualan bersih (net sell) saham menjadi Rp 1,13 triliun, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 531,27 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 382,97 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 66,82 miliar.
Baca Juga
Transaksi Saham Klinko (KLIN) Dibuka Kembali Usai Disuspensi Dipicu Lonjakan Harga 1.363%
Pelemahan IHSG tersebut dipicu atas penurunan mayoritas sektor saham, seperti sektor consumer non primer 0,92%, sektor keuangan 0,80%, sektor property 0,77%, sektor transportasi 0,71%, sektor consumer primer 0,22%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor infrastruktur, teknologi, kesehatan, dan energi.
Meski IHSG turun, sebanyak 10 saham naik hingga auto reject atas (ARA), seperti saham PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) Naik 34,94% menjadi Rp 224, PT Inter Delta Tbk (INTD) menguat 34,43% menjadi Rp 246, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) naik 35% menjadi Rp 135, PT Victoria Investama Tbk (VICO) melesat 34,83% menjadi Rp 240, dan PT Perma Plasindo Tbk (BINO) naik 34,09% menjadi Rp 236.

