Bos TUGU Tatang Nurhidayat Borong Saham Lagi di Harga Bawah
JAKARTA, investortrust.id – Direktur Utama PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) Tatang Nurhidayat memborong saham TUGU sebanyak 23.000 lembar.
Aksi senyap Tatang ini dilakukan dalam dua tahap yaitu, tanggal 19 Desember 2023 sebanyak 21.500 saham pada harga Rp 995 per saham.
Kemudian pada tanggal 22 Desember 2023 sebanyak 2.100 saham pada harga Rp 1.010. Dengan demikian Tatang merogoh kocek pribadi sebesar Rp 23,51 juta
Dalam laporan transaksi yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan, Kamis (28/12/2023), Tatang mengatakan tujuan transaksi tersebut adalah untuk investasi dengan status kepemilikan langsung.
Baca Juga
Catat! Tugu Insurance (TUGU) Akan Bagikan Lagi Dividen Tahun Depan
Setelah transaksi tersebut, Tatang tercatat menggenggam sebanyak 132.000 lembar saham TUGU atau setara dengan 0,0037%.
Sementara berdasarkan data penutupan perdagangan pasar saham Bursa Efek Indonesia, Kamis, (28/12/2023), saham TUGU bertengger di level Rp 1.020 per saham, turun -0,49% dari perdagangan sebelumnya.
Meski begitu Tatang masih mencatat unrealized gain atau cuan dari saham yang ditransaksikan pada tanggal 19 dan 22 Desember 2023.
Perlu diketahui, pembelian oleh pengurus emiten biasanya merupakan cerminan optimismenya atas kinerja fundamental Perseroan yang belum tergambar pada harga saham Perseroan di pasar.
TUGU sendiri menorehkan lonjakan laba bersih konsolidasi sebesar 334% menjadi Rp 1,14 triliun pada kuartal III-2023.
Baca Juga
Saham Polaris (PLAS) Terancam Force Delisting, 84,44% Milik Publik ‘Nyangkut’
Direktur Keuangan dan Layanan Korporat Tugu Insurance, Emil Hakim menjelaskan, laba anak perusahaan meningkat sebesar 147%, dari Rp 23 miliar di September 2022 menjadi Rp 57 miliar di September 2023. Adapun laba induk juga naik sebesar 352% dari Rp 239 miliar menjadi Rp 1,08 triliun.
“Peningkatan laba dari anak perusahaan dan induk perusahaan memberikan kontribusi pada peningkatan laba tahun berjalan secara konsolidasian sebesar 334% dari Rp 262 miliar menjadi Rp 1,14 triliun,” ujar Emil Hakim dalam acara Public Expose 2023 yang digelar via Zoom, Senin (11/12/2023).
TUGU juga mencatat perolehan total produksi premi bruto konsolidasian hingga kuartal III-2023 sebesar Rp 5,5 triliun. Pencapaian tersebut tumbuh 15% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp 4,7 triliun.
Menurut Emil Hakim, kenaikan tersebut bersumber dari kontribusi segmen binsis kebakaran, rekayasa, dan rangka kapal. “Pendapatan bersih sendiri meningkat sebesar 15% sejalan dengan peningkatan premi bruto,” ujarnya.
Di lain sisi, total pendapatan meningkat sebesar 30% dari Rp 1 triliun menjadi Rp 1,3 triliun. Hal itu terdiri atas hasil underwriting sebesar 14%, pendapatan investasi sebesar 62%, dan pendapatan usaha lainnya sebesar 24%.

