Dirut Tugu Pratama (TUGU) Rajin Borong Saham, Prospek Sahamnya Cerah?
JAKARTA, investortrust.id – Presiden Direktur PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) Tatang Nurhidayat gencar mengakumulasi saham perusahaan yang dipimpinnya. Aksi beli tersebut merefleksikan optimisme prospek saham TUGU setelah laba bersih perseroan melesat sampai Spetember 2023.
Berdasarkan data registrasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Tatang terlihat aktif mengoleksi saham TUGU dari pasar sepanjang 2023 berjalan. Hal ini terlihat dari kepemilikan sahamnya pada akhir 2022 baru mencapai 29 ribu saham, tapi kini kepemilikannya menjadi 100.700 saham TUGU.
Baca Juga
Pembelian terbaru yang dilakukan Tatang pada 6-9 November. Pada 6 November, Tatang membeli 20 ribu saham TUGU pada harga Rp 1.130. Berikutnya, 7 November Tatang kembali memborong 12.200 saham pada harga rata-rata Rp 1.122.
Presdir TUGU Tatang Nurhidayat
Tatang kembali melakukan pembelian pada 8 November sebanyak 2.000 saham pada harga Rp 1.100. Pembelian terakhir dilakukan pada 9 November pada harga Rp 1.105.
Tatang menyatakan bahwa tujuan pembelian saham TUGU untuk investasi. Setelah pembelian ini, Tatang memiliki 100.700 saham TUGU yang setara dengan 0,0028%.
Optimisme Kinerja
Sementara itu, analis Trimegah Sekuritas Kharel menyatakan bahwa aksi pembelian saham oleh direksi merupakan hal yang lumrah terjadi di pasar modal. Aksi tersebut mengindikasikan optimisme manajemen terhadap kinerja dari perusahaan yang dipimpin.
Baca Juga
Top! Kekayaan Prajogo Lagi-lagi Melesat Jadi US$ 40,2 Miliar
"TUGU memiliki fundamental yang solid, kinerja keuangan 2023 akan ditopang oleh pertumbuhan pendapatan premi serta kinerja investasi yang positif. Kenaikan laba bersih yang signifikan membuat TUGU memiliki kemampuan besar untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dalam bentuk setoran dividen" kata Kharel.
Dia menambahkan, dengan asumsi dividend payout ratio 40%, potensi dividend yield yang diperoleh dapat mencapai 12,2% dengan menggunakan asumsi harga sekarang.
Perseroan yang dikenal dengan nama Tugu Insurance ini berhasil mencatatkan lompatan laba tahun berjalan sebanyak 333% menjadi Rp 1,14 triliun hingga September 2023. Hal ini memicu lompatan laba per saham menjadi Rp 316.
Kinerja positif Tugu Insurance ditopang oleh kenaikan penghumpunan premi bruto secara konsolidasian menjadi Rp 5,45 Triliun atau naik 15% secara yoy. Lebih rinci Premi Bruto terbesar dikontribusi terutama oleh lini bisnis Fire, Engineering, Marine Hull dan Offshore.
Baca Juga
Menko Airlangga Dorong Jepang Percepat Pengembangan Kendaraan Listrik di Indonesia
Penghimpunan premi dan pengelolaan risiko dengan hati-hati mendorong pendapatan underwriting secara konsolidasian mencapai Rp 1,97 Triliun meningkat 17% dibanding dari periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp1,68 Triliun. Berikutnya Hasil Investasi konsolidasian mencapai Rp422,72 Miliar meningkat 66% secara yoy. Sementara itu, Pendapatan Usaha Lainnya mencapai Rp346,55 Miliar, tumbuh 24,39% secara yoy.
Hingga penutupan sesi I, saham TUGU menguat 3,26% menjadi Rp 1.110. Volume perdagangan juga naik menjadi 1,72 juta dengan frekuensi transaksi mencapai 499x. Saham TUGU juga memimpin apresiasi di sektor asuransi umum siang ini.

