Laba Tugu Pratama (TUGU) Melesat 378%, Simak Pemicunya
JAKARTA, Investortrust.id – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) membukukan lompatan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 378,38% menjadi Rp 1,12 triliun hingga September 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 235,12 miliar.
Manajemen Tugu dalam publikasi laporan keuangan, Sabtu (28/10/2023) menyebutkan, lompatan laba bersih tersebut menjadikan laba per saham perseroan melesat dari Rp 132 menjadi Rp 316 per saham. Kemarin, saham GOTO ditutup level Rp 1.325.
Manajemen perseroan mengungkap bahwa lompatan laba bersih tersebut ditopang sejumlah faktor, yaitu kenaikan pendapatan premi bersih menjadi Rp 2,33 triliun hingga September 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 2,03 triliun. Kenaikan juga didukung pertumbuhan pesat pendapatan investasi dari Rp 254,02 miliar menjadi Rp 422,71 miliar. Penpatan usaha lainnya naik dari Rp 278,60 miliar menjadi Rp 346,55 miliar.
Kenaikan tersebut menjadikan total pendapatan perseroan meningkat dari Rp 2,20 triliun per September 2022 menjadi Rp 2,73 triliun per September 2023.
Lompatan laba juga dipengaruhi atas peningkatan klaim reasuransi dari Rp 660,24 miliar menjadi Rp 1 triliun. Penurunan total beban Asuransi Tugu Pratama (TUGU) dari Rp 1,87 triliun menjadi Rp 1,30 triliun.
Hal tersebut membuat laba sebelum bagian laba bersih entitas asosiasi dan beban pajak melesat dari Rp 329,09 miliar menjadi Rp 1,43 triliun.

