Dharma Polimetal (DRMA) Terapkan Strategi Kejar Pertumbuhan Tahun 2025
JAKARTA, investortrut.id - Emiten komponen otomotif, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), akan meningkatkan efisiensi dan produktivitas untuk mengimbangi rencana implementasi kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11% menjadi 12%.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati seeblumnya menyampaikan kebijakan penaikan tarif PPN dari 11% menjadi 12% akan dilaksanakan palinglambat 1 Januari 2025.
Baca Juga
Presiden Direktur DRMA Irianto Santoso mengatakan, perseroan akan menerapkan strategi perbaikan internal untuk mengurangi dampak negative kenaikan tarif PPN terhadap penjualan tahun depan. "Strateginya adalah bagaimana kita bisa menaikkan efisiensi serta produktivitas, mengurangi fixed cost, dan lainnya. Jadi bagaimana kita melakukan perbaikan di internal," kata Irianto dalam paparan publik DRMA yang digelar secara daring Kamis, (14/11/2024).
Terkait kinerja samapi akhir tahun, dia mengatakan, optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan kinerja di kuartal IV-2024. Pertumbuhan didukung peningkatan efisiensi dan improvement terus-menerus dalam sistem produksi, seperti otomatisasi. Pertumbuhan juga didukung ekspektasi ekonomi lanjutkan perbaikan.
Terkait peningkatan efisiensi, Irianto bilang, perseroan melalui anak usahanya PT Dharma Controlcable Indonesia (DCI) telah menerapkan otomatisasi lini produksi battery pack. Perseroan berharap bisa menggenjot pendapatan dari produksi battery pack.
Baca Juga
Dharma Polimetal (DRMA) Bidik Peluang Kolaborasi Ekspansi EV di Tanah Air
Perseroan juga melalui anak perusahaan, PT Dharma Precision Parts (DPA), telah membangun pabrik baru yang akan melipatgandakan produksi. Pabrik baru ini akan menjadi tempat produksi motor BLDC (Brushless Direct Current), yaitu penggerak utama (motor) untuk kendaraan listrik 2W.
“Battery pack dan BLDC ini merupakan kunci dari proyek konversi kendaraan listrik roda dua DRMA, dengan tujuan untuk menciptakan jalur penjualan baru bagi Perseroan,” ucap Irianto.
Grafik Saham DRMA

