Dharma Polimetal (DRMA) Akan Menikmati Pertumbuhan Paling Pesat
JAKARTA, investortrust.id – Emiten komponen otomotif ternama, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), akan menikmati tingkat pertumbuhan paling pesat sepanjang tahun ini. Hal ini dipengaruhi sejumlah aksi yang telah direalisasikan, antara lain akuisisi perusahaan terkait dan ekspansi pada proyek-proyek strategis baru.
Analis Samuel Sekuritas Ashalia Fitri dan Pebe Peresia mengatakan, volume penjualan otomotif nasional bertumbuh usai Lebaran yang diharapkan berimbas terhadap peningkatan permintaan suku cadang yang diproduksi Dharma Polimetal (DRMA).
Setidaknya terdapat tiga faktor pendorong melesatnya pertumbuhan Dharma Polimetal tahun ini. Pertama, mulaiterkonsolidasinya hasil akuisisi PT Trimitra Chitrahasta (TCH) dengan target kontribusi pendapatan senilai Rp 700 miliar tahun ini. Sebagaimana diketahui, DRMA sebelumnya telah menuntaskan akusisi sebanyak 72,75% saham TCH dari Kuroda Group Co Ltd asal Jepang.
“Lompatan kinerja keuangan perseroan juga bakal didukung oleh beroperasinya pabrik baru untuk memproduksi komponen suspension member bagi Toyota New Yaris Cross,” ujarnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Selasa (17/10/2023).
Selain faktor tersebut, Samuel Sekuritas menyebutkan, Dharma Polimetal (DRMA) akan mendapatkan keuntungan dari dimulainya ekspansi ke industri kendaraan listrik (electric vehicle, EV) melalui produksi komponen, seperti battery packdan charging station. Aksi ini dilakukan melalui kerja sama dengan PT PLN (Persero) dan pabrikan sepeda motor listrik.
Berbagai faktor tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham DRMA dengan target harga Rp 1.900. Saham DRMA ditetapkan sebagai pilihan teratas untuk sektor otomotif.
Revisi Naik
Sementara itu, analis Mandiri Sekuritas Ariyanto Kurniawan dan Wesley Louis ALianto mengatakan, Dharma Polimetal diprediksi mencetak pertumbuhan laba lebih pesat pada paruh kedua tahun ini. Penguatan didukung oleh basis pertumbuhan kuartal III-2023 yang cenderung lambat dan hadirnya produk baru Yaris Cross.
“Ekspektasi pertumbuhan kinerja keuangan lebih pesat pada paruh kedua mendorong kami untuk merevisi naik target laba bersih perseroan berkisar 15-16% untuk periode tahun 2023-2025. Sedangkan saham DRMA kami rekomendasikan beli dengan target harga Rp 1.800,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan beberapa waktu lalu.
Mandiri Sekuritas mengungkap sejumlah faktor penopang pertumbuhan kinerja yang lebih pesat pada semester II tahun ini. Pertama, peningkatan penjualan suspensi mobil setelah Toyota Yaris Cross diluncurkan. Penjualan suspension member produk ini juga diperkirakan menghasilan margin keuntungan besar.
Kedua, lanjut Mandiri Sekurita, kinerja seluruh bisnis manufaktur perseroan bertumbuh, termasuk perusahaan manufaktur patungan, yang diyakini bakal tumbuh lebih kencang pada paruh kedua tahun ini, dibandingkan semester I-2023. Hal ini didukung jumlah hari kerja yang lebih banyak pada semester terakhir tahun ini.
Ariyanto dan Wesley menegaskan, pertumbuhan performa perseroan juga bakal didukung oleh konsolidasi PT Trimitra Chitrahasta (TCH), perusahaan komponen mobil dan sepeda motor, yang sudah berjalan sejak Februari lalu.
Selain faktor tersebut, Mandiri Sekuritas mengungkapkan, gencarnya pengembangan mobil listrik di Indonesia menjadi berkah bagi Dharma Polimetal. Apalagi Dharma Polimetal menargetkan dapat memproduksi charger mobil listrik untuk sepeda motor berkolaborasi dengan PLN dan pabrikan sepeda motor.
“Perseroan juga berencana mengembangkan pembungkus baterai sepeda motor listrik dan beberapa pemain sepeda motor listrik telah memesan kepada perseroan. Meski demikian, dampaknya masih kecil terhadap perseroan untuk jangka pendek ini,” terangnya.
Berbagai faktor tersebut mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham DRMA dengan target harga Rp 1.800. Target harga tersebut mempertimbangkan revisi naik proyeksi laba bersih Dharma Polimetal tahun ini.
Pada penutupan perdagangan Selasa (17/10/2023), saham DRMA berada di level Rp 1.490, dengan market cap Rp 7 triliun. Hal itu berarti saham emiten perusahaan komponen otomotif ini telah melonjak hampir 200% sejak IPO.
Baca Juga
Komisaris Ini Aktif Borong Saham Dharma (DRMA), Simak Terget Harganya
Mandiri Sekuritas merevisi naik target pendapatan Dharma Polimetal dari Rp 5,01 triliun menjadi Rp 5,51 triliun tahun ini, Begitu juga dengan estimasi laba bersih direvisi naik dari Rp 506 miliar menjadi Rp 585 miliar.
Selain itu, Mandiri Sekuritas merevisi naik target margin keuntungan bersih Dharma tahun ini dari 10,1% menjadi 10,6%. Sedangkan gross margin direvisi naik dari semula 17,7% menjadi 17,9%.
Prospek Saham DRMA
Samuel Sekuritas Indonesia
Rekomendasi: Buy
Target harga: Rp 1.900
Mandiri Sekuritas
Rekomendasi : buy
Target harga : Rp 1.800
Terus Ekspansif
Sementara itu, pada semester I-2023, Dharma Polimetal menorehkan lompatan pertumbuhan kinerja keuangan yang impresif. Emiten manufaktur komponen otomotif tersebut meraih kenaikan laba bersih 144% (year on year/yoy) pada semester I-2023, menjadi Rp 352,31 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun 2022 sebesar Rp 144,59 miliar.
Menurut Presiden Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso, kenaikan laba bersih secara signifikan ditopang oleh oleh penjualan Dharma Polimetal yang melonjak 72% menjadi Rp 2,74 triliun (yoy). Hal itu dimungkinkan karena pasar kendaraan roda empat yang kian bergairah, antara lain terkait dengan perkembangan industri kendaraan listrik yang cukup agresif belakangan ini.
Saat ini, kontribusi penjualan untuk pasar kendaraan roda dua Dharma Polimetal masih dominan, sebesar 54%. Adapun segmen kendaraan roda empat baru 30%, namun belakangan pertumbuhan segmen ini luar biasa pesat.
Irianto menekankan, ke depan, potensi pertumbuhan pasar kendaraan roda empat bakal sangat besar. Kondisi itu membersitkan optimisme Dharma karena permintaan terhadap komponen otomotif buatan perseroan pun tentu bakal meningkat. “Kami yakin kinerja semester I-2023 yang sangat baik ini akan terus berkesinambungan seiring dengan kian berkembangnya pasar industri otomotif di Indonesia," kata Irianto, akhir Juli lalu saat mengumumkan kinerja semester I-2023.
Per semester I-2023, total aset Dharma Polimetal mencapai Rp 3,39 triliun.
Kinerja Dharma ke depan juga dinilai akan cemerlang, karena perseroan membelanjakan modal tidak sedikit. Tahun ini, alokasi belanja modal (capex) DRMA mencapai Rp 650 miliar. Selama paruh pertama tahun ini, sekitar Rp 350 miliar sudah habis terbelanjakan, antara lain untuk akuisisi PT Trimitra Chitrahasta (TCH), pembelian mesin dan investasi pada proyek baru, serta pembangunan dua pabrik baru di anak perusahaan.
Pada semester II, Dharma Polimetal tetap ngebut ekspansi. Sisa capex Rp 300 miliar akan digunakan untuk ekspansi dan investasi beberapa proyek baru.
Atas dasar itu, Irianto optimistis bahwa langkah ekspansif ini bakal mendongkrak kinerja perseroan ke depan, termasuk pada kuartal IV tahun ini. Optimisme itu dilandasi proyeksi peningkatan penjualan sepeda motor dan mobil pada bulan-bulan menjelang tutup tahun, sehingga menaikkan permintaan komponenbuatan DRMA.
Mengacu data Gaikindo, penjualan mobil wholesales di pasar domestik sepanjang Januari-September 2023 mencapai 755.173 unit. Data bulan September 2023 saja, Toyota masih merajai pasar dengan jumlah 25.298 unit atau sekitar 32,45% dari total penjualan mobil wholesales. Berikutnya ditempati oleh Daihatsu dengan penjualan 15.009 unit, Honda 10.911 unit, dan Suzuki 6.502 unit.
Dukung Kebangkitan Otomotif
PT Dharma Polimetal Tbk yang berdri sejak 27 Maret 1989fokus memproduksi komponen sepeda motor dan mobil, serta menjadi salah satu supplier industri otomotif ternama di Indonesia.Dalam menjalankan bisnisnya, Dharma menerapkan prinsip Manajemen Mutu ISO TS 16949 dan Manajemen Lingkungan ISO 14001.
Sebagai wujud komitmen perusahaan dalam menjamin kualitas produk, perusahaan mempunyai inspection facility yang memiliki tingkat akurasi tinggi seperti Atomic Absorption Spectroscopy (AAS), Layout Machine, Flexible Arm Measurement, Photo Micro and Macro, Profile Projector, Tensile Strength, Salt Spray Test & Cass Test yang secara periodik dikalibrasi.
Untuk komponen sepeda motor, Dharma Polimetal memproduksi frame body, muffler, wheel rim, steering handle, grab rail, main stand, swing arm, dan arm cushion. Sedangkan untuk mobil, produk DRMA antara lain reinforcement sub sssy inst panel,steering hanger, hood lock, cross member frame, fastener, dan suspension member.
PT Dharma Polimetal Tbk memiliki sarana produksi yang terintegrasi,yang dilengkapi dengan proses Finishing seperti Nickel Chrome Platting, Acid Zinc Platting, Spray Painting with Robot Paint, Cathode Electro Dipping (CED) Painting & Heat Treatment.
Dengan motto "Excellence Through People and Process", Dharma mempunyai pelanggan yang bereputasi baik dari merek-merek terkenal di dunia serta berkelanjutan dengan hubungan jangka panjang. “Ke depan, Dharma Group siap untuk menjadi bagian dari kebangkitan sektor otomotif termasuk dalam menyambut era revolusi industri 4.0 dengan menerapkan digitalisasi di rantai proses bisnisnya,” kata Irianto.
Sementara itu, penanganan limbah industri merupakan suatu keharusan guna terjaganya kesehatan manusia dan lingkungan pada umumnya. Dharma Polimetal menyadari akan pentingnya hal tersebut sehingga bertanggung jawab dengan menyediakan sarana pengolahan limbah, yaitu instalasi waste water treatment dan penyimpanan limbah B3sementara, yang selanjutnya akan diangkut oleh instasi yang memiliki izin untuk pengolahan limbah B3. (Hari Gunarto)
Baca Juga
Prospek Otomotif Cerah, Potential Upside Saham Dharma Polimetal (DRMA) Menggiurkan

