IHSG Potensi Menguat, Cek Rekomendasi Saham BBTN, TINS, dan ERAA Hari Ini
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi menguat terbatas, dengan pergerakan diperkirakan di range 7.250-7.370 pada perdagangan hari ini. Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, yakni BBTN, TINS, FILM, ERAA, dan ARTO.
“Saham BBTN rekomendasi buy, dengan take profit Rp 1.340-1.360 dan stop loss Rp 1.290. TINS rekomendasi buy buy, dengan take profit Rp 1.380-1.400 dan stop loss Rp 1.335,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Kamis (14/11/2024).
Sentimen Pasar
Head of Research Mega Capital Sekuritas ini juga membeberkan sentimen dari bursa utama dunia. Bursa Wall Street Amerika Serikat, kemarin waktu setempat, ditutup stabil setelah koreksi signifikan yang terjadi di hari sebelumnya. Rilis data inflasi AS periode Oktober baik inflasi umum maupun inflasi inti menunjukkan kenaikan yang sesuai perkiraan, sehingga kekhawatiran terhadap batalnya pemangkasan suku bunga di bulan Desember seperti yang dikatakan Gubernur The Fed Minnesota, Neil Kashkari, bisa terabaikan untuk sesaat.
"Namun, hari ini pasar menanti data inflasi produsen AS untuk kembali menerka langkah pemangkasan suku bunga The Fed selanjutnya. Sementara bursa Eropa ditutup konsolidasi melemah, seiring sikap wait and see pelaku pasar menanti rilis data tenaga kerja dan PDB (produk domestik bruto) Euro Area," ujar Cheril.
Baca Juga
Asing Lanjut Net Sell Saham Rp 0,69 Triliun Rabu, di SBN Rp 0,34 Triliun
Bursa Asia juga ditutup cenderung melemah akibat kenaikan yield obligasi menjelang rilis data inflasi AS. Selain itu, tren pelemahan harga komoditas global di tengah penguatan USD menekan kinerja bursa Asia.
"IHSG di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan kemarin melemah 0,18% ke level 7.308. Pelemahan ini tertekan secara bobot terbesar oleh sektor nonsiklikal, bahan baku, dan properti. Investor asing kembali melakukan net sell sebesar Rp 816,16 miliar, dengan 5 saham yang paling banyak dijual yaitu BRMS, ADRO, BBRI, BMRI, dan TLKM. Pelemahan harga komoditas berpotensi menopang sektor konsumen primer dan petrokimia," ucapnya.
(Disclaimer on)

