Resmi Listing, Saham Adiwarna Anugerah Abadi (NAIK) Melesat 23,36%
JAKARTA, investortrust.id - Emiten perdagangan sistem proteksi kebakaran, PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK) resmi melantai dan menjadi perusahaan ke-39 yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2024.
Dibuka dengan harga perdana Rp 107 per saham, saham NAIK langsung melesat 25 poin (23,36%) ke level Rp 132, sesaat setelah listing pukul 09.01, Rabu (13/11/2024).
Tercatat hingga 09.01 WIB saham NAIK ditransaksikan dengan frekuensi sebanyak 3.451 kali dan volume perdagangan saham sebanyak 550,81 ribu lot, senilai Rp 7,89 miliar.
Direktur Utama PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK) mengatakan bahwa industri sistem proteksi kebakaran (Fire Protection System) menunjukkan prospek yang sangat positif, baik secara global maupun di Indonesia.
Baca Juga
Harga Emas Antam Masih Tren Turun, Dibanderol Rp 1.477.000 per Gram Rabu Pagi
Peningkatan investasi pada proyek infrastruktur, kesadaran yang lebih tinggi terhadap keselamatan, serta peraturan pemerintah terkait keselamatan kebakaran menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan industri ini.
Di Indonesia sendiri, laporan 6WResearch memperkirakan bahwa market size industri ini akan terus meningkat pada CAGR 6,4% selama periode 2023-2029. Dengan dukungan regulasi dan pertumbuhan sektor Engineering, Procurement, and Construction (EPC), prospek bisnis fire protection systems di Indonesia diproyeksikan semakin cerah.
“Dukungan kebijakan fiskal, termasuk insentif pajak bagi kontraktor EPC dan stimulus terkait proyek pemerintah, semakin memperkuat iklim usaha yang kondusif bagi industri sistem proteksi kebakaran,” ujar Johannes di Jakarta, Rabu (13/11/2024).
Sebelum listing, perseroan menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering dengan menerbitkan dan menawarkan sebanyak 750 juta lembar dengan nominal Rp 107 per saham saham yang mewakili 23,08% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham.
Bersamaan dengan Penawaran Umum Saham Perdana, Perseroan juga menerbitkan sebanyak 375 juta Waran Seri I atau sebanyak 15% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham ini disampaikan. Dengan rasio setiap pemegang dua saham baru berhak memperoleh satu Waran Seri I dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 135 per saham.
PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk juga mengumumkan bahwa dana yang diperoleh dari hasil IPO sebesar Rp 80,25 miliar setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan untuk modal kerja Perseroan, termasuk namun tidak terbatas untuk pembelian material utama, material pembantu, material consumables, serta biaya gaji, lembur tenaga kerja, akomodasi serta mobilisasi tenaga kerja.
Baca Juga
IHSG Lanjutkan Penguatan, Tiga Saham Pendatang Baru Jadi Motor Penggerak
Sedangkan dana yang diperoleh Perseroan dari pelaksanaan Waran Seri I, jika dilaksanakan oleh pemegang waran, maka akan digunakan untuk modal kerja Perseroan, termasuk namun tidak terbatas untuk pembelian material utama, material pembantu, material consumables, serta biaya gaji, lembur tenaga kerja, akomodasi serta mobilisasi tenaga kerja.
Ke depannya, Perseroan berkomitmen untuk meningkatkan segmen pasar di high- end industry melalui kerjasama dengan lebih banyak konsultan di berbagai industri termasuk konsultan di industri oil & gas, kontraktor EPC luar negeri yang mengerjakan proyek di Indonesia, dan memperbanyak proyek EPC dengan nilai yang besar.
“Dengan demikian, Perseroan dapat melakukan ekspansi dalam jangka panjang sehingga memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) yang telah berkontribusi mendukung pertumbuhan Perseroan,” pungkasnya.

