Principal Indonesia Menargetkan Pertumbuhan AUM 46% di 2024
JAKARTA, Investortrust.id – Manajer investasi PT Principal Asset Management Indonesia (Principal Indonesia) mentargetkan dana kelolaan (asset under management/AUM) reksa dana di tahun 2024 bisa bertumbuh sebesar 46%.
Disampaikan Presiden Direktur Principal Indonesia Naresh Krishnan, total dana kelolaan atau AUM reksa dana di Principal Indonesia di tahun 2023 sebesar Rp3,8 triliun. “Pada tahun 2024, Principal menargetkan untuk mendapatkan peningkatan hingga 46%,” ujar Naresh kepada Investortrust.id di kantornya di Jakarta medio pertengahan Januari lalu (18/1/2024).
Saat ini, dengan total dana kelolaan reksa dana sebesar Rp3,8 triliun, Principal Indonesia berada di peringkat ke-27 dari seluruh manajer investasi di Indonesia.
Naresh pun memaparkan sejumlah strategi untuk mendapatkan kepercayaan lebih besar dari para investor baik korporat dan ritel di tahun ini.
Baca Juga
Principal Asset Management Segera Luncurkan Tiga Produk Baru
“Kita akan meluncurkan produk dan memberikan keuntungan pada nasabah yang tentunya memberikan nilai pada nasabah. Yang kedua adalah membangun kemampuan distribusi. Kami menawarkan kinerja yang baik bagi nasabah institusi maupun nasabah ritel, dengan perpaduan ukuran dan margin yang tepat untuk mendukung bisnis dan itulah strategi yang kami mulai,” ujar Naresh yang didampingi Head of Investment-nya Marli Sanjaya, dan Head of Product & Communication Principal Indonesia, Anita Haryani.
Di tahun ini, Principal AM tengah menyiapkan tiga produk reksa dana baru. Kendati tak secara rinci menjelaskan produk apa saja yang akan ia lansir, Naresh menyebut salah satu produknya akan berbasis syariah, sementara salah satu lainnya adalah produk reksa dana berbasis sustainability.
“Jadi kami menyiapkan tiga produk, salah satunya fokus pada sustainability. Ini pada dasarnya adalah produk yang akan fokus pada bagaimana perusahaan-perusahaan ini memberikan dampak yang lebih besar kepada masyarakat,” ujarnya.
Peluncuran produk reksa dana syariah, menurut Naresh salah satunya didorong oleh kebijakan Otoritas Jasa Keuangan yang memungkinkan investasi syariah off shore dengan porsi penempatan di aset luar negeri hingga 100%. Kebijakan ini menurutnya telah membuka peluang diversifikasi produk reksa dana syariah di Tanah Air.
Disampaikan Naresh, Principal Financial Group memiliki kompetensi yang cukup baik di bisnis syariah, dengan pusat pengembangannya di Principal Malaysia. Ia pun menyebut kompetensi ini yang akan dibawa dan ditawarkan kepada pasar reksa dana di Indonesia.
Sejauh ini, di reksa dana syariah Principal AM punya produk favorit, yakni Reksa Dana Syariah Principal Islamic ASEAN Equity Fund dan Reksa Dana Syariah Principal Islamic Asia Pacific Equity Syariah (USD) bagi para investor domestik yang ingin agar dana investasinya dikelola dengan menggunakan dasar syariah.
Terkait produk reksa dana dengan fokus pada sustainability, produk ini merupakan kesempatan baik saat ini bagi masyarakat yang tengah mengejar kesempatan untuk berinvestasi di produk-produk berbasis sustainability. Dengan kemampuan Principal dalam meramu produk yang sesuai dengan karakter dan profil risiko para investor, Naresh optimistis Principal Indonesia bisa membantu para investor mencapai tujuan finansialnya lewat produk reksa dana.

