Principal Asset Management Tawarkan Solusi Diversifikasi Investasi di 2024
JAKARTA, Investortrustr.id- PT Principal Asset Management (Principal Indonesia) sebagai bagian dari Principal Financial Group yang berbasis di Amerika Serikat menyiapkan solusi bagi para investor baik korporat maupun ritel untuk bisa menavigasi tahun 2024 yang dipenuhi sejumlah tantangan baik dari faktor global maupun dari faktor internal.
Disampaikan Presiden Direktur PT Principal Asset Management Naresh Krishnan, lembaga global yang kini punya kapitalisasi pasar senilai US$ 20 miliar dan mengelola dana sebesar US$650 miliar di seluruh dunia, melalui PT Principal Asset Management sebagai perpanjangan tangan Principal Financial Group, saat ini sedang menyiapkan pilihan instrumen investasi reksa dana yang membuka peluang peningkatan dana milik para nasabahnya.
“Sebagai manajer investasi, tugas kami menyediakan produk yang sesuai dengan berbagai peluang investasi yang bergantung pada minat dan kesesuaian yang akan dipilih investor. Kami membuat setelan produk lengkap dengan benar,” ujar Naresh kepada Investortrust.id medio pertengahan Januari 2024.
Baca Juga
Dalam kesempatan tersebut, Naresh juga menyebut pihaknya kini tengah fokus pada penyediaan instrumen investasi berbasis ekuitas off shore syariah, serta instrumen berbasis pendapatan tetap domestik. Menurutnya dengan langkah ini Principal mencoba memberikan spektrum peluang alokasi aset bagi nasabah sesuai dengan tingkat return dan risiko serta volatilitas yang sesuai dengan karakter risiko para nasabah. “Mereka dapat memilih produk yang berbeda-beda dan menyusun portofolionya,” tutur Naresh.
Sebagai perusahaan yang sudah berjalan selama lebih dari 145 tahun dan terdaftar di pasar Eropa, Principal terus mengembangkan bisnisnya dengan menawarkan diversifikasi produk. Berbagai pilihan produk yang diberikan kepada nasabah merupakan salah satu keunikan yang dimiliki oleh Principal, yang membedakannya dari 90 manajer investasi di Indonesia.
Beberapa produk yang disediakan oleh Principal adalah Reksa Dana Principal Total Return Equity Fund, Reksa Dana Principal Bond, Reksa Fana Principal Cash Fund, Reksa Dana Principal Dollar Bond, Reksa Dana Principal Index IDX30, Reksa Dana Principal Indo Domestic Equity Fund, Reksa Dana Principal Islamic Equity Growth Syariah, Reksa Dana Syariah Principal Income Fund Syariah, serta Reksa Dana Syariah Principal Islamic ASEAN Equity Syariah (USD).
“Kami akan siap dengan berbagai peluang di mana mereka dapat berinvestasi dan mendapatkan diversifikasi serta peluang potensial untuk mendapatkan keuntungan yang lebih baik. Ini adalah area di mana kami lebih fokus,” imbuhnya.
Ke depannya, Principal Indonesia akan terus mengeluarkan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah. Naresh mengatakan bahwa Principal Indonesia sedang mengembangkan 3 produk yang akan segera diluncurkan. Salah satu dari produk tersebut merupakan reksa dana berbasis sustainability.
“Jadi kami menyiapkan tiga produk, salah satunya fokus pada keberlanjutan. Ini pada dasarnya adalah produk yang akan fokus pada bagaimana perusahaan-perusahaan ini memberikan dampak yang lebih besar kepada masyarakat,” ujarnya.
Sebagai informasi, AUM dari PT Principal Asset Management mencapai Rp3,8 triliun pada tahun 2023. Dengan angka tersebut, Principal Indonesia masuk dalam peringkat nomor 27 dalam industri reksa dana Tanah Air. Pada tahun 2024, Principal Indonesia menargetkan untuk mendapatkan peningkatan hingga 46%.
“Yang akan kita lakukan adalah dengan meluncurkan produk dan memberikan keuntungan pada nasabah yang tentunya memberikan nilai pada nasabah. Yang kedua adalah membangun kemampuan distribusi. Kami menawarkan kinerja yang baik bagi nasabah institusi maupun nasabah ritel, dengan perpaduan ukuran dan margin yang tepat untuk mendukung bisnis dan itulah strategi yang kami mulai,” pungkasnya.

