Saat Target Harga Dipangkas, Presdir Ini Justru Borong Jutaan Saham Surya Semesta (SSIA)
JAKARTA, investrotrust.id – Presiden Direktur Johannes Suriadjaja menambah enam juta saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA). Aksi tersebut menjadikan total saham miliknya bertambah dari semula 2,79 juta menjadi 8,79 juta saham.
Corsec SSIA Yulean mengatakan, Johannes Suriadjaja membeli saham perusahaan yang dipimpinnya secara bertahap dengan harga bervariasi Rp 380-408. Aksi beli dilakukan dalam kurun waktu 17-25 Januari 2024.
Baca Juga
Naik 22%, Pendapatan Surya Semesta (SSIA) Tembus Rp 3,02 Triliun
“Johannes menambah sebanyak 0,13% saham SSIA dalam kurun waktu 17-25 Januari 2024. Pembelian saham tersebut bertujuan sebagai investasi dengan status kepemilikan langsung,” tulisnya dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (26/1/2024).
Presdir SSIA Johannes Suriadjaja
Terkait prospek saham SSIA, RHB Sekuritas merevisi turun target harga saham SSIA dengan rekomendasi diturungkan menjadi neutral. Pemangkasan target tersebut mempertimbangkan penurunan target penjualan lahan dan kinerja keuangan ke depan.
RHB Sekuritas merevisi turun target harga saham SSIA dari Rp 680 menjadi Rp 403. Begitu juga dengan rekomendasi sahamnya dipangkas dari buy menjadi neutral.
Pemangkasan target harga tersebut merefleksikan revisi turun target laba bersih SSIA tahun 2023 sebesar 68%, tahun 2024 sektiar 71%, dan tahun 2025 mencapai 83%. Pemangkasan dipengaruhi ekspetkasi penjualan lahan industri Subang lebih rendah dari perkiraan semula.
Baca Juga
Subang Belum Optimal, Target Harga Saham Surya Semesta (SSIA) Dipangkas
Penjualan lahan industry perseroan diperkirakan berkisar 35-30 hektare sepanjang 2024-2025. Penyumbang utama masih berasal dari penjualan lahan industry Karawang. Sedangkan kawasan industry Subang yang diharapkan menjadi mesin pertumbuhan perseroan ke depan belum bisa optimal, seiring belum tuntasnya pembangunan tol.
“Kami memperkirakan pengembangan lahan industry Subang akan menguntungkan perseoran ke depan setelah tuntasnya pembangunan tol dari lokasi tersebut menuju kawasan tersebut. Bahkan, kawasan industry ini akan lebih menguntungkan, dibandingkan kawasan industry Gresik dan Batang, karena lebih dekat menuju Jakarta,” tulis tim riset RHB Sekuritas Indonesia dalam risetnya.

