Subang Belum Optimal, Target Harga Saham Surya Semesta (SSIA) Dipangkas
JAKARTA, investortrust.id – RHB Sekuritas merevisi turun target harga saham PT Surya Semesta Tbk (SSIA) dengan rekomendasi diturungkan menjadi neutral. Pemangkasan target tersebut mempertimbangkan penurunan target penjualan lahan dan kinerja keuangan ke depan.
RHB Sekuritas merevisi turun target harga saham SSIA dari Rp 680 menjadi Rp 403. Begitu juga dengan rekomendasi sahamnya dipangkas dari buy menjadi neutral.
Baca Juga
Naik 22%, Pendapatan Surya Semesta (SSIA) Tembus Rp 3,02 Triliun
Pemangkasan target harga tersebut merefleksikan revisi turun target laba bersih SSIA tahun 2023 sebesar 68%, tahun 2024 sektiar 71%, dan tahun 2025 mencapai 83%. Pemangkasan dipengaruhi ekspetkasi penjualan lahan industri Subang lebih rendah dari perkiraan semula.
Penjualan lahan industry perseroan diperkirakan berkisar 35-30 hektare sepanjang 2024-2025. Penyumbang utama masih berasal dari penjualan lahan industry Karawang. Sedangkan kawasan industry Subang yang diharapkan menjadi mesin pertumbuhan perseroan ke depan belum bisa optimal, seiring belum tuntasnya pembangunan tol.
“Kami memperkirakan pengembangan lahan industry Subang akan menguntungkan perseoran ke depan setelah tuntasnya pembangunan tol dari lokasi tersebut menuju kawasan tersebut. Bahkan, kawasan industry ini akan lebih menguntungkan, dibandingkan kawasan industry Gresik dan Batang, karena lebih dekat menuju Jakarta,” tulis tim riset RHB Sekuritas Indonesia dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Baca Juga
Hak Cuti ASN Ditambah 10 Hari, Inilah Keppres Baru Cuti Bersama 2024
Tak hanya didukung lokasi strategis, dia mengatakan, Kawasan Industri Subang berada di daaerah dengan tingkat upah minimum yang lebih rendah dan didukung cadangan lahan yang besar. “Kami memperkirakan kawasan industri ini akan menjadi mesin percepatan peningkatan laba perseroan ke depan,” terangnya.
Terkait kinerja keuangan, RHB Sekuritas Indonesia memperkirakan, laba bersih berulang perseroan diharapkan mencapai Rp 195 miliar tahun ini, dibandingkan perkiraan tahun lalu Rp 130 miliar. Sedangkan pendapatan diharapkan naik dari estimasi tahun lalu Rp 3,76 triliun menjadi Rp 4,08 triliun.
Estimasi Penjualan Lahan Industri SSIA
Sumber: RHB Sekuritas

