MKTR Akuisisi KSO, Patok Target Pendapatan Rp1 Triliun
JAKARTA, investortrust.id– Aksi korporasi melalui strategi akusisi bisa menjadi salah satu strategi mendongkrak kinerja keuangan Perusahaan. Strategi ini baru saja ditempuh PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR).
Perusahaan perkebunan sawit ini baru menuntaskan proses akuisisi atas PT Khatulistiwa Sinergi Omnidaya (KSO). Setelah memastikan langkah strategi situ, manjemen Menthobi Karyatama pun mematol target pendaptan konsolidasi yang sebesar Rp1 triliun.
”Aksi korporasi ini akan berdampak positif terhadap meningkatnya pendapatan perseroan dengan potensi pendapatan konsolidasi mencapai Rp1 triliun,” ujar Direktur Menthobi Karyatama (MKTR), Bambang Laksanawan melalui keterangan resmi, Jumat (1/9/2023).
Baca Juga
Pengendali dan Direksi Damai Sejahtera (UFOE) Rama-ramai Borong Saham
Akuisisi ini melibatkan anak usaha MKTR, yakni PT Menthobi Makmur Lestari (MMaL) yang 99,5% sahamnya dimiliki perseroan. Saham KSO yang diakuisisi sebelumnya milik dua Perusahaan, yaitu PT Sjiar Dahan Zaitan (SJADZ) dan PT Embun Rindang Optima (ERO). Perjanjian akuisisi defenitif belaku tanggal 28 Agustus 2023.
Nilai transaksi akuisisi dilaporkan sebesar Rp18,66 miliar. Akuisisi tidak termasuk transaksi material karena nilainya tidak melebihi 20% dari ekuitas Menthobi Karyatama (MKTR).
Pasca akuisisi, MKTR menjadi pemilik 10.200 lembar saham KSO yang mewakili 60% dari saham yang diterbitkan KSO. Sisanya sebanyak 6.800 lembar saham KSO atau setara 40% menjadi milik MMaL.
”Dengan tuntasnya proses akuisisi ini, MKTR akan melakukan optimalisasi produksi pabrik dengan menambah dan memodifikasi equipment baru,” tutur Bambang Laksanawan.
Baca Juga
Sebelum akususi, MKTR telah memiliki pabrik kelapa sawit dengan kapasitas produksi sebesar 30 TPH. Pabrik MKTR ini beroperasi 20 jam per hari. Tingkat utilisasinya mencapai 104%.
Bambang mengatakan pabrik kelapa sawit MKTR telah menggunakan teknologi Compact Modular Continuous (CMC). Teknologi ini mampu meminimalkan ongkos tenaga kerja sehingga terjadi efisiensi biaya operasional.
Sementara itu, PT Khatulistiwa Sinergi Omnidaya (KSO) merupakan perusahaan pengelolaan kelapa sawit dengan kapasitas 30 ton per jam (TPH). Perusahaan ini beroperasi di Lamandau, Kalimantan Tengah.
