Laba Bersih Adira Finance (ADMF) Melonjak 56% Jadi Rp1,6 Triliun, Ini Pendorongnya
JAKARTA, investortrust.id – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 56% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp1,6 triliun hingga kuartal III-2026. Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan dan keberhasilan perusahaan mengendalikan beban operasional.
Direktur Utama Adira Finance Dewa Made Susila mengungkapkan, perseroan membukukan total pendapatan sebesar Rp9,8 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut meningkat 9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, total beban perusahaan relatif stabil di kisaran Rp7,6 triliun. Kinerja tersebut didukung penurunan beban bunga sebesar 14% dan beban penyisihan kerugian penurunan nilai sebesar 10% secara tahunan.
Baca Juga
MUFG Bank Lepas Puluhan Juta Saham Adira (ADMF) Senilai Rp 436,31 Miliar, Tujuan Ini Diungkap
“Adira Finance membukukan total pendapatan sebesar Rp9,8 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026, meningkat 9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Made dalam keterangan pers, Jumat (30/10/2026).
Dari sisi bisnis pembiayaan, Adira Finance juga mencatatkan pertumbuhan positif. Piutang pembiayaan meningkat 7% (yoy) menjadi Rp65,8 triliun hingga kuartal III-2026. Sementara itu, pembiayaan baru mencapai Rp35,1 triliun atau tumbuh 13% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, kami akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas pembiayaan,” kata Made.
Baca Juga
BRI Finance Bidik Pembiayaan Rp 6 Triliun di 2026, Optimistis Naik 2 Kali Lipat di 2027
Selain memperkuat kinerja bisnis, Adira Finance melanjutkan integrasi operasional setelah merger dengan Mandala Finance. Pada Oktober 2026, perseroan memasuki tahap pertama operational day 1 (OD1), yang menandai penyatuan operasional kedua perusahaan.
Menurut Made, integrasi tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan produktivitas jaringan, mengoptimalkan sinergi dengan Bank Danamon dan MUFG Group, serta memperkuat daya saing perusahaan.
Kualitas Pembiayaan Membaik
Sementara itu, Direktur Keuangan Adira Finance Sylvanus Gani Mendrofa mengatakan, pertumbuhan bisnis perseroan turut diiringi perbaikan kualitas aset.
Hal ini tercermin dari rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) gross konsolidasian yang turun menjadi 1,8% per September 2026, dibandingkan 2,1% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga
Laba Barito Pacific (BRPT) Ambles 60,74% per September 2026, Ini Pemicunya
“Ke depan, perusahaan akan terus menjaga kualitas pembiayaan melalui penerapan proses underwriting yang prudent serta penguatan aktivitas monitoring dan collecting,” ujar Gani.
Dia menambahkan, Adira Finance akan mempertahankan profitabilitas melalui pertumbuhan pembiayaan yang sehat, diversifikasi sumber pendanaan, dan peningkatan efisiensi operasional.
Di tengah dinamika suku bunga, perseroan juga akan terus mencermati perkembangan kondisi pasar dan menyesuaikan strategi bisnis secara terukur untuk menjaga keberlanjutan kinerja.
