Laba Lampaui Estimasi, Target Saham Adira Finance (ADMF) Direvisi Naik
JAKARTA, investortrust.id – Realisasi pertumbuhan laba bersih PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) sepanjang tahun lalu telah melampaui estimasi. Kondisi serupa diharapkan berlanjut tahun ini didukung ekspektasi pasar otomotif tetap stabil bersamaan dengan tren penurunan biaya dana.
ADMF membukukan lonjakan laba bersih sebanyak 21% menjadi Rp 1,94 triliun pada 2023. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan bunga bersih mencapai 13% dari Rp 5,90 triliun menjadi Rp 6,66 triliun.
“Realisasi laba bersih perseroan tahun lalu telah melampaui estimasi kami atau setara dengan 6% lebih tinggi dari perkiraan kami,” analis Sucor Sekuritas Yoga Ahmad Gifari dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.
Baca Juga
Percepat Digitalisasi, Adira Finance (ADMF) Sebut 3 Faktor Ini Pemicunya
Sucor Sekuritas juga memberikan pandangan positif terhadap keberhasilan perseroan dalam meningkatkan pangsa pasar dari 6% tahun 2022 menjadi 6,6% tahun 2023. “Kami memperkirakan peningkatan pangsa pasar tersebut didukung upaya perseroan meningkatkan jaringan distribusi, sehingga bisa bersaing di pasar,” terangnya.
Sucor Sekuritas juga menyebutkan bahwa peningkatan non performing financing (NPF) perseroan sebanyak 40 bps menjadi 2% pada 2023 masih terkendali. Hal ini didukung atas rasio coverage perseroan yang tinggi mencapai 278% atau di atas rata-rata industry sekitar 208%.
Dengan demikian, Sucor Sekuritas menyebutkan, ADMF diprediksi mempertahankan laba yang kuat dengan perkiraan pertumbuhan 16% tahun ini. Pertumbuhan akan didukung sejumlah faktor, pertumbuhan segmen otomotif diprediksi stabil, upaya perseroan menggenjot pembiayaan di luar jaringan dealer resmi, penurunan biaya dana, NIMN diprediksi tetap stabil.
Berbagai faktor tersebut mendorong Sucor Sekuritas merevisi naik target harga saham ADMF menjadi Rp 18.400 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Rekomendasi ini juga mempertimbangkan upaya perseroan yang kian gencar menggarap pembiayaan non dealer financing (NDF).
Baca Juga
Adira Finance sebelumnya telah meriah fasilitas pinjaman sindikasi dari bank luar negeri senilai US$ 300 juta atau setara dengan Rp 4,73 triliun. Pinjaman tersebut akan digunakan untuk mendukung kegiatan usaha perseroan.
Head of Corporate Secretary ADMF Andreas Kurniawan mengatakan, perjanjian fasilitas pinjaman sindikasi tersebut ditandatangan perseroan paad 1 Februari 2024. Dengan nilai pinjaman lebih dari 20% ekuitas, maka pinjaman tersebut dikategorikan sebagai transaksi material.
“Transaksi tersebut merupakan transaksi affiliasi, karena salah satu bank sindikasi merupakan pemegang saham tidak langsung perseroan,” ujarnya dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (2/2/2024).
Pinjaman sindikasi tersebut berasal dari beberarpa bank luar negeri, yaitu Bank CTBC, DBS Bank, Maybank, MUFG Bank Ltd, dan UOB.
Estimasi Kinerja Keuangan ADMF
Sumber: Sucor Sekuritas

