Dipicu Penurunan Harga Jual, Laba Salim Ivomas (SIMP) Anjlok 39%
JAKARTA, investortrust.id – PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) mencatatkan penurunan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 39% menjadi Rp 736 miliar pada 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1,19 triliun.
Manajemen perseroan dalam penjelasan resminya di Jakarta, Kamis (29/2/2024), penurunan laba dipengaruhi atsa penurunan penjualan perseroan sebanyak 10% dari Rp 17,79 triliun menjadi Rp 16 triliun. Laba bruto juga anjlok dari Rp 4,64 triliun menjadi Rp 3,35 triliun.
Baca Juga
Alihkan Saham Treasury, Salim Ivomas (SIMP) Pilih Cara Berikut
Penurunan tersebut berbanding terbaik dengan volume penjualan CPO perseroan yan bertumbuh mencapai 6% dari 710 ribu ton menjadi 743 ribu ton tahun 2023. Sedangkan penjualan PK, PKO, dan PKE naik lebih tinggi 11% dari 166 ribu ton menjadi 184 ribu ton.
Manajemen perseroan menyebutkan penurunan rata-rata harga jual rata-rata (ASP) produk sawit serta produk minyak & lemak nabati (EOF) menjadi faktor utama penekan penjualan tahun 2023.
Baca Juga
Proses Delisting Emiten Tol Grup Salim (META) Rampung April 2024, Ini Jadwal Lengkapnya
Sedangkan total aset perseroan yang dikendalikan grup Salim ini turun dari Rp 36,11 triliun menjadi Rp 35,01 triliun pada 2023. Adapun total liabilitas turun dari Rp 14,94 triliun menjadi Rp 13,29 triliun.
Perseroan juga mencatatkan total lahan sawit inti tertanam hingga akhir 2023 mencapai 293,429 hektare. Tanaman tersebut terdiri atas lahan sawit menghasilkan seluas 220.531 hektare sawit dan 23.806 hektare sawit belum menghasilkan atau 83% dari total lahan tertanam perseroan. Sisanya tanaman karet 16,238 ha, tebu 13.386 ha, dan tanaman lainnya 19,470 ha.

