Salim Ivomas Pratama, Hasilkan Kenaikan Laba Mentereng Hingga 75,9%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Emiten yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit milik kelompok Salim, PT Salim Ivomas Pratama Tbk punya kinerja yang mentereng selama 9 bulan pertama tahun 2025.
Selama periode itu, emiten berkode bursa SIMP ini menunjukkan kinerja yang mumpuni.
Perseroan berhasil mencetak pendapatan sebesar Rp 14,92 triliun, naik signifikan sebesar 32,75% secara tahunan. Tingginya pendapatan pun ikut mengerek laba bersih menjadi sebesar Rp 1,41 triliun per September 2025, juga naik signifikan sebesar 75,97% secara tahunan.
Pendapatan SIMP disumbang segmen usaha minyak dan lemak nabati sebesar Rp 10,49 triliun dan segmen perkebunan Rp 10,26 triliun. Terdapat eliminasi sebesar Rp 5,83 triliun pada periode ini.
Permintaan CPO dan turunannya masih akan bagus hingga tahun 2026, terutama dari domestik. Ini didorong oleh kebijakan B50 yang bakal berlaku pada Januari 2026.
Sementara itu SIMP mencatat, penjualan ekspor turun menjadi Rp 834,10 miliar per September 2025 dari semula Rp 1,49 triliun per September 2024. Sementara, penjualan domestik naik dari Rp 9,74 triliun menjadi Rp 14,08 triliun per September 2025.
Yang menjadi catatan dalam kinerja SIMP periode tersebut adalah turunnya produksi tandan buah segar (TBS) per kuartal III-2025 sebesar 1,9 juta ton. Namun pasokan TBS dari eksternal mampu mendorong kenaikan produksi CPO menjadi 513.000 ton.
Tantangan lainnya yang oleh sejumlah analis masih akan dihadapi oleh SIMP adalah isu berkurangnya lahan tanaman sawit. Berdasarkan laporan konsolidasi per 30 September 2025, total area tanam lahan sawit SIMP turun tipis 0,07% secara tahunan. Lahan tertanam kelapa sawit SIMP turun dari 241.208 hektare per 31 Desember 2024, menjadi 241.031 hektare per September 2025.
Baca Juga
Jadwal Dividen Salim Ivomas (SIMP) Rp 155 Miliar, Cum Date 5 Juli 2024
Selain area tanam sawit yang berkurang, per September 2025, SIMP mengalami penyempitan lahan pada sejumlah komoditas seperti karet dan tebu. Secara total, area tanam SIMP menurun dari 275.006 hektare pada 2024 menjadi 274.181 hektare pada 2025.
Mengacu data Peers Benchmark dari Investing.com, PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) menunjukkan posisi pasar yang sangat kompetitif dan dominan jika dibandingkan dengan perusahaan sejenis maupun rata-rata sektornya. Dari sisi skala bisnis, SIMP mencatatkan kapitalisasi pasar sebesar Rp 9,300 triliun, jauh melampaui rata-rata kompetitor sebesar Rp7,348 triliun serta rata-rata sektor yang hanya berada di angka Rp1,305 triliun.
Performa harga saham SIMP dalam satu tahun terakhir juga sangat impresif dengan mencatatkan total keuntungan harga sebesar 65,2%. Angka ini jauh mengungguli pertumbuhan rata-rata perusahaan sejenis yang tercatat sebesar 25,7%, serta jauh meninggalkan pertumbuhan sektor yang hanya berada di level 2,6%.
Saat ini, harga saham perusahaan diperdagangkan pada level 83,3% dari harga tertinggi selama 52 pekan terakhir. Artinya daya tahan dan optimisme pasar yang lebih tinggi pada perseroan dibandingkan rata-rata kompetitor di angka 81,8% maupun sektor di 78,1%.
Meskipun menunjukkan pertumbuhan harga yang agresif, SIMP tetap mempertahankan kebijakan pembagian keuntungan yang moderat bagi investor melalui dividend yield sebesar 3,3%. Nilai ini memang sedikit lebih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata kompetitor yang memberikan 3,8%, tapi masih jauh lebih baik daripada rerata sektor yang tidak memberikan imbal hasil dividen sama sekali.

