Puradelta (DMAS) Catat Laba Rp 607 Miliar, Penyebab Penurunan Kinerja Diungkap
CIKARANG, investortrust.id— Pengembang kawasan Kota Deltamas, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) melaporkan kinerja kuartal III-2023 dengan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 984 miliar dan laba bersih sebesar Rp 607 miliar.
Pencapaian kinerja tersebut turun dibanding periode yang sama tahun 2022, masing-masing sebesar Rp 1,26 triliun dan Rp 768 miliar.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS, Tondy Suwanto, mengatakan, segmen industri menyumbang kontribusi terbesar terhadap pendapatan usaha Perseroan.
“Segmen industri berkontribusi sebesar Rp736 miliar atau sekitar 74,84% dari pendapatan usaha di periode sembilan bulan pertama tahun 2023,” ujar Tondy Suwanto, dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (26/10/2023).
Baca Juga
Cetak Laba Rp 630,52 Miliar, Matahari (LPPF) Ungkap Strategi Pacu Penjualan 2024
Selanjutnya segmen hunian menyumbang sebesar Rp182 miliar atau 18,49% dari pendapatan usaha, dan segmen komersial sebesar Rp5 miliar atau 4,58% dari pendapatan usaha.
Adapun segmen rental, dan hotel masing-masing berkontribusi sebesar 1,06%, dan 1,02% terhadap pendapatan usaha secara keseluruhan.
‘’Segmen industri sendiri masih menjadi tulang punggung usaha Perseroan, dimana pendapatan usaha segmen industri diperoleh dari penjualan lahan industri di kawasan industri GIIC (Greenland International Industrial Center) di Kota Deltamas, yang telah memiliki fasilitas dan infrastruktur yang lengkap dan komprehensif, sehingga menjadi daya tarik investasi bagi pelanggan-pelanggan industri berskala internasional,’’ urai Tondy.
Manajemen mengakui, capaian pendapatan usaha dan laba bersih tahun ini lebih rendah dibandingkan pendapatan usaha dan laba bersih pada periode sembilan bulan pertama di tahun sebelumnya.
Penurunan pencatatan pendapatan di periode sembilan bulan pertama tahun 2023 disebabkan karena masih adanya backlog penjualan yang belum dicatatkan sebagai pendapatan.
Pada periode sembilan bulan pertama tahun 2023, Perseroan telah meraih marketing sales sebesar Rp1,37 triliun di mana sebagian besar dari marketing sales tersebut belum dibukukan pada pendapatan usaha di periode sembilan bulan pertama tahun 2023 dan menjadi backlog penjualan.
Baca Juga
Cetak Marketing Sales Rp 1,37 Triliun, Puradelta (DMAS) Ungkap Penopang Ini
Backlog penjualan tersebut akan diakui sebagai pendapatan usaha setelah Perseroan melakukan serah-terima lahan dengan pelanggan, dan sebagian besar backlog penjualan tersebut direncanakan untuk diserahterimakan pada kuartal terakhir di tahun ini.
“Pada sisa kuartal empat sendiri masih terdapat sejumlah backlog penjualan yang cukup besar yang diharapkan akan dapat dibukukan sebagai pendapatan usaha pada tahun ini,” Tondy Suwanto menjelaskan.
Perseroan membukukan laba kotor dan laba bersih masing-masing sebesar Rp677 miliar dan Rp608 miliar, lebih rendah dibandingkan laba kotor dan laba bersih pada periode sembilan bulan pertama tahun sebelumnya sebesar Rp882 miliar dan Rp768 miliar.

