Gara-gara Polusi Udara Jakarta Memburuk, Saham Jayamas (OMED) Ini Dijagokan
JAKARTA, Investortrust.id - Saham PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) berhasil melesat sebanyak Rp 23 (13,45%) menjadi Rp 194 pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Bahkan, volume transaksi saham ini juga menunjukkan lompatan.
Sedangkan berdasarkan laporan keuangan terungkap bahwa penjualan OMED turun dari Rp 813,43 miliar menjadi Rp 811,34 miliar. Begitu juga dengan laba tahun berjalan turun tipis dari Rp 126,98 miliar menjadi Rp 111,65 miliar.
Baca Juga
Bisnis Data Center Makin Gurih, Telkom (TLKM) Patok 400 MW di 2030
Lalu, sebenarnya bagaimana prospek saham OMED tahun ini? Analis Ciptadana Sekuritas Nicko Yosafat mengatakan, Jayamas mendapatkan sentimen positif dari peningkatan polusi udara Jakarta setelah pandemi Covid-19 berlalu. Fenomena tersebut sampai memicu peningkatan gangguan pernapasan sejumlah penduduk di Jakarta.
Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatatkan bahwa pemburukan udara Jakarta telah memicu peningkatan klaim asuransi kesehatan dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga
“Situasi tersebut bakal membawa dampak positif terhadap Jayamas (OMED) selaku produsen masker kesehatan dan peralatan kesehatan lainnya. Kondisi ini akan mendongkrak permintaan produk perseroan,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan, Rabu (6/9/2023).
Selain faktor tersebut, dia mengatakan, Jayamas mencatatkan tren peningkatan pelanggan yang bakal berkontribusi langsung terhadap kenaikan permintaan produk perseroan. Selama ini, sebanyak 21,5% penjualan disumbangkan dari jaringan distributor, rumah sakti mencapai 21,3%, klinik dan laboratorium 10,7%, pemerintah 9%, dan sisanya pelanggan ritel 37,5%.
Berdasarkan data, dia mengatakan, seluruh segmen pelanggan perseroan menunjukkan tren pertumbuhan sampai kuartal II-2023. Bahkan pertumbuhan pemesanan tertinggi datang dari segmen pemerintah yang menggambarkan keberhasilan perseroan menarik minat pemerintah.
Baca Juga
Pertumbuhan kinerja keuangan, terang dia, datang dari berlanjutnya ekspansi setelah mendapatkan dana segar dari penawaran umum perdana (IPO) saham. Apalagi perseroan juga masih memiliki kas internal yang masih besar.
Berbagai faktor tersebut mendorong Ciptadana Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham OMED dengan target harga Rp 220 per saham. Meski dipertahankan beli, target harga tersebut direvisi turun dari perkiraan semula Rp 295 per saham.
Target tersebut mempertimbangkan proyeksi penurunan laba bersih perseroan dari Rp 286 miliar menjadi Rp 225 miliar tahun ini. Sedangkan penjualan perseroan diprediksi melemah dari Rp 1,73 triliun menjadi Rp 1,69 triliun.

