Polusi Udara Jakarta Terburuk ke-5 Dunia Jumat Pagi Ini
JAKARTA, investortrust.id – Situs pemantauan kualitas udara IQ Air menempatkan Jakarta di rangking ke-5 pencemaran udara tertinggi di dunia dengan poin 169, pada pukul 06.00 WIB, Jumat, (27/10/2023).
Sedangkan peringkat pertama pencemaran udara terburuk hari ini ditempati oleh Kota Lahore Pakistan (312). Kota Delhi India di posisi kedua (236), Hanoi Vietnam berada di posisi ketiga (187), sedangkan peringkat keempat Dhaka Bangladest (176)
Sementara Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta menilai kualitas udara seluruh Ibu Kota Jakarta berada dalam kategori tidak sehat, karena angka partikel halus (particulate matter/PM) 2,5 berdasarkan indek standar pencemar udara (ISPU) mencapai angka 114.
Baca Juga
Angka tersebut terpantau sejak pukul 15.00 WIB kemarin hingga pukul 06.00 WIB pagi ini, Jumat (27/10/2023).
Laman resmi Sistem Informasi Lingkungan dan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, menyebutkan di antara lima wilayah, Lubang Buaya Jakarta Timur memiliki angka PM2,5 sebesar 114, sementara Kelapa Gading Jakarta Utara sebesar 106. Keduanya berada di antara patokan 101-199.
Angka 101-199 memiliki penjelasan tingkat kualitas udaranya tidak sehat, karena tingkat kualitas udara yang bersifat merugikan pada manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.
Lalu, kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Terakhir, berbahaya (300-500) atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.
Baca Juga
Cashlez (CASH) Kantongi Izin Penggunaan Layanan QRIS dari BI
Tingkat kualitas udara berbahaya yang secara umum dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi berada di angka 300 – 500.
Disebut kategori sedang bila tingkat kualitas udara berada di angka 51 – 100, yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif, dan nilai estetika
Sedangkan kategori baik yakni tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50.
Selain Jakarta Timur dan Jakarta Timur, ISPU di wilayah kota Jakarta lainnya terpantau sedang, yakni Bundaran HI Jakarta Pusat (99), Jagakarsa Jakarta Selatan (78), dan Kebon Jeruk Jakarta Barat (83).
Data kualitas udara diperoleh berdasarkan pantauan di 20 stasiun pemantau, di antaranya berada di Layar Permai (PIK), Jalan Raya Perjuangan (Kebon Jeruk) dan Jimbaran (Ancol).

